Eks Pejabat Kemenkes Tersangka Kasus Korupsi Alkes RS Unair Segera Disidang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 19:12 WIB
Bambang Giatno Raharjo diperiksa KPK, Kamis (8/9/2016). Dia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Universitas Airlangga.
Bambang Giatno Raharjo. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Penyidik KPK telah melengkapi berkas kasus korupsi mantan Kepala Badan Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM (PPSDM) Kementerian Kesehatan, Bambang Giatno Raharjo (BGR). Bambang akan segera disidangkan.

Bambang merupakan tersangka kasus korupsi pengadaan peralatan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Universitas Airlangga (Unair) tahap I dan II tahun anggaran 2010. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama Manajer Marketing PT Anugerah Nusantara Minarsih.

"Hari ini setelah berkas dinyatakan lengkap secara formil dan materil (P21) tim penyidik KPK melaksanakan tahap 2 (Penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada tim JPU atas nama tersangka/terdakwa MRS (Minarsih) dan BGR (Bambang Giatno Rahardjo)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Ali menyebut penahanan Bambang dan Minarsih beralih dan dilanjutkan oleh JPU selama 20 hari ke depan. Khususnya untuk Bambang terhitung mulai tanggal 2 Februari 2021 sampai dengan 21 Februari 2021 di Rutan KPK Cabang Kavling C1.

"Sedangkan untuk terdakwa MRS tidak dilakukan penahanan karena sedang menjalani pidana untuk perkara sebelumnya di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur," ucap Ali.

Dalam waktu 14 hari kerja, JPU akan segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara ke PN Tipikor. Persidangan diagendakan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

"Pada tahap penyidikan telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 48 orang saksi di antaranya dari para pihak kontraktor yang turut mengerjakan proyek pengadaan tersebut," katanya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Bambang Giatno Raharjo dan Minarsih sebagai tersangka. Keduanya diduga menyalahgunakan wewenang terkait pengadaan peralatan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Unair tahap I dan II tahun anggaran 2010.

Total nilai proyek pengadaan peralatan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Unair tahap I dan II tahun anggaran 2010 itu sekitar Rp 87 miliar. KPK menduga korupsi yang dilakukan keduanya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 17 miliar.

Bambang Giatno selaku pengguna anggaran disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 12 huruf a atau b dan/atau Pasal 5 ayat 2 dan Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sementara itu, Minarsih dianggap melanggar Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

(fas/idn)