Anggota TNI Dikeroyok 2 Preman Gegara Ayam di Sulut Lewati Masa Kritis

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 14:41 WIB
Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Kav M Jaelani
Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Kav M Jaelani (Dok. Istimewa)
Bitung -

Sertu MM, anggota TNI yang dikeroyok 2 preman hingga kritis di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), telah siuman. Kesadaran Sertu MM berangsur pulih pascagegar otak yang dialaminya.

"Kondisi terkini pasien sudah mulai siuman dan sudah mulai mengenal Danramil maupun rekan-rekannya," kata Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M Jaelani kepada detikcom, Selasa (2/2/2021).

Jaelani menjelaskan Sertu MM saat ini dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sertu MM akan dipindahkan ke RS Tentara setempat dalam satu atau dua hari ke depan,

"Masa kritisnya sudah lewat, tinggal masa akut. Kalau masa akutnya sudah lewat nanti akan dipindahkan ke RS tentara. Saat ini masih di RSU Provinsi Prof Kandou. Kalau tidak besok, lusalah pindah ke RS TNI," jelas Jaelani.

Dia juga menuturkan Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Benny Lesmana telah menjenguk Sertu MM dan Danramil terus memantau kondisi Sertu MM. "Danramil selalu siaga, mengamati perkembangan pasien di sana dan Dandim sudah jenguk saat pertama kali kejadian. Pasien benar-benar diperhatikan," sambung Jaelani.

Dia kemudian mengimbau seluruh pihak tak melakukan perbuatan yang dapat memperpanjang masalah. Jaaleni meyakini proses hukum terhadap kedua preman telah ditangani sebagaimana mestinya oleh aparat kepolisian.

"Tidak boleh ada kegiatan lanjutan. Percayakan pada proses hukum yang berlaku. Semua sudah ditangani, yang sipil oleh polisi, yang TNI sudah diperhatikan pimpinan," tandas Jaelani.

Sebelumnya dua preman, Ishak Tambani dan Martisen Tambani di Bitung mendatangi lokasi karaoke dan membawa ayam ke lokasi hiburan malam. Keduanya ditegur anggota TNI yang kebetulan ada di lokasi. Namun keduanya tidak terima hingga Sertu MM dikeroyok.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/1). Ishak dan Martisen mengeroyok Sertu MM dengan membabi buta. Pukulan dan tendangan terus dilancarkan keduanya bahkan ketika Sertu MM sudah tersungkur di tanah. Penganiayaan berat ini mengakibatkan Sertu MM kritis.

(aud/idh)