Round-Up

NasDem Ambil Jalan Beda saat Parpol Pro-Jokowi Sepakat soal Pilkada

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 05:19 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Pilkada Langsung Ditinjau Ulang (Nadia Permatasari/detikcom)
Foto: Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Pilkada Langsung Ditinjau Ulang (Nadia Permatasari/detikcom)
Jakarta -

NasDem menjadi salah satunya partai yang berbeda pandangan terkait pilkada dengan partai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) lainnya. Di saat partai lain mendukung Pilkada 2024, NasDem justru berbeda arah dan konsisten ingin Pilkada digelar 2022.

Padahal Jokowi telah mengumpulkan eks juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Kamis (28/1). Salah satu hal penting yang dibahas dalam pertemuan itu adalah soal Pemilu dan Pilkada.

Waketum PPP yang juga mantan jubir TKN, Arsul Sani, menuturkan ada arahan khusus yang disampaikan oleh Jokowi.

"Khusus terkait Pemilu dan Pilkada, Presiden meminta agar semua kekuatan politik, terutama parpol yang memiliki kursi di DPR, untuk mempertimbangkan betul soal perubahan UU (Pemilu)," kata Arsul saat dihubungi.

Jokowi, kata Arsul, menilai hajatan politik besar di tengah pandemi Corona bisa mengganggu pemulihan sektor kesehatan masyarakat maupun ekonomi. Presiden Jokowi ingin setiap parpol serius memikirkan segala kepentingan terkait pelaksanaan pilkada. Jokowi, dikatakan Arsul, ingin setiap partai memerhatikan manfaat dan mudarat jika pilkada digelar lebih cepat dari UU Pemilu saat ini.

"Karena di tengah-tengah pandemi COVID-19 seperti ini dan situasi ekonomi yang masih jauh dr pulih, jika ada hajatan-hajatan politik yang berpotensi menimbulkan ketegangan antar elemen masyarakat seperti hal-nya Pilkada di daerah-daerah tertentu, maka ini akan mengganggu pemulihan baik sektor ekonomi maupun kesehatan masyarakat itu sendiri," ungkapnya.

"Jadi intinya Presiden meminta agar dikaji betul dari berbagai kepentingan, tentunya kepentingan bangsa dan negara, manfaat dan mudaratnya ada Pilkada lagi yang lebih cepat dari pada yang sudah ditetapkan dalam UU yakni akhir tahun 2024," sambung Arsul.

Kembali ke sikap partai politik pendukung Jokowi, awalnya hanya ada 3 partai pendukung Jokowi yang sepakat Pilkada 2024, yakni PDIP, PPP, dan PKB. Sementara Golkar dan NasDem mengusulkan Pilkada 2022.

Tapi, setelah ada pertemuan eks Jubur TKN itu, Golkar mengubah sikap untuk mendukung Pilkada 2024. Namun, NasDem masih konsisten ingin Pilkada 2022.

Kenapa NasDem tetap ingin pilkada 2022? Simak berita selengkapnya