Round-Up

Mengemuka Dugaan Pelanggaran Hukum Usai Tuntas Rekening FPI Diperiksa

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 21:01 WIB
Rekening FPI Diblokir PPATK
Ilustrasi rekening FPI diblokir PPATK (Foto: ilustrasi oleh Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Usai dilarang kegiatannya oleh pemerintah, puluhan rekening Front Pembela Islam (FPI) dan afiliasinya diintip Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ternyata dugaan awal ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum dari aktivitas transaksi keuangan itu.

Awalnya pada 7 Januari 2020, Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan ada 68 rekening yang diblokir sementara. Pemeriksaan terhadap rekening itu disebut Dian berkaitan dengan buntut larangan seluruh kegiatan FPI.

"Semua aliran dana, keluar masuk rekening-rekening (FPI) itu," kata Dian.

Saat itu Dian menyebut jumlah uang dari rekening-rekening itu di angka ratusan juta rupiah. Namun setelahnya ada protes yang disampaikan dari mantan pentolan FPI yaitu Munarman.

Munarman mengaku rekening banknya juga diblokir. Dia menyebutkan bila dana yang ada di rekening itu untuk pengobatan ibunya yang sedang terbaring sakit.

"Rekening atas nama saya saja yang digunakan untuk menampung biaya pengobatan ibu saya yang sedang terbaring sakit, patungan saudara-saudara saya diblokir juga," kata Munarman kepada detikcom melalui pesan singkat, Minggu (10/1/2021) malam.

Munarman mengaku ibunya sakit hampir dua tahun belakangan. Munarman juga menyertakan foto ibunya yang terbaring sakit.

"Diblokir juga oleh rezim zalim, bengis dan tidak berperikemanusiaan ini. Ini ibu saya yang sedang sakit. Sudah hampir 2 tahun hanya terbaring dan rekening itu untuk biaya pengobatan ibu saya tersebut, untuk beli obat dan keperluan ibu saya," katanya.

Munarman juga melampirkan surat pemberitahuan pemblokiran dari bank tertanggal 5 Januari 2021. Dalam surat itu dituliskan pemblokiran dimulai pada 4 Januari 2021.

"Ini pemberitahuan dari pihak Bank. Ini hanya rekening untuk biaya pengobatan ibu saya yang sudah setahun lebih terbaring di tempat tidur," jelasnya.

Belakangan jumlah rekening yang diperiksa bertambah. Selain itu pula PPATK menyebut ada transaksi keuangan dari luar negeri.

Silakan ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2