Mau Bangun Museum Imersif-Sistem Robotik, Semarang Redesign Pariwisata

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 18:24 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Foto: Pemkot Semarang)
Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merilis sejumlah proyek yang akan dikerjakannya di 2021. Di antaranya Bus Amphibi, Jembatan Kaca Tinjomoyo, Museum Sejarah Kota Lama dengan teknologi imersif, hingga yang terbaru pemanfaatan sistem robotik untuk menguatkan daya tarik kota yang dipimpinnya.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, mengungkap sejumlah rencana tersebut melalui unggahan kanal media sosial miliknya, salah satunya pada akun Instagram @HendrarPrihadi.

Hendi yang akan memasuki periode masa jabatannya yang kedua pada Februari 2021 itu pun menegaskan dirinya akan langsung kembali 'gas pol' melakukan lompatan besar di Kota Semarang. Salah satunya, dengan fokus pada penguatan sektor pariwisata untuk membangkitkan ekonomi di Ibu Kota Jawa Tengah.

Ia menilai tantangan ini cukup besar karena masih harus berhadapan dengan situasi pandemi COVID-19. Meski demikian ia mengaku tetap optimis penguatan sektor pariwisata dapat memberikan dampak pada masyarakat.

Ia pun menekankan hal ini harus diimbangi dengan peningkatan protokol kesehatan yang terus didorong. Oleh karena itu, Hendi memilih peningkatan teknologi sebagai salah satu fokus pengembangan pariwisata ke depan di Kota Semarang.

"Menghadapi situasi saat ini tentu saja tantangannya besar, yang kemudian kita mau tidak mau harus lebih kreatif dan inovatif. Maka di sisi lain ini sebenarnya jadi momentum untuk melakukan redesign pola pengembangan pariwisata. Bukan hanya daya tariknya yang dibahas, tapi juga keamanan dan kenyamanan masyarakat," ungkap Hendi dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

Lebih lanjut Hendi merinci beberapa rencana pengembangan pariwisata Kota Semarang di 2021 sebagian besar dikonsep untuk menghindari kerumunan. Ia menyampaikan jajarannya akan mengatur teknis protokol kunjungan seaman mungkin.

"Misalnya Bus Amphibi kan jelas bisa diatur kursi-kursi mana yang harus dikosongkan untuk menjaga jarak. Atau jembatan kaca, museum, dan konsep sedulur di Taman Satwa terkait Zoosaurus dengan sistem robotik itu juga, jelas ada jalur keluar masuk, sehingga seharusnya lebih mudah mengatur," terang Hendi.

"Semangat kami membangun Semarang menjadi Smart City sudah dimulai dari tahun 2013, yang salah satu tantangannya adalah dengan teknologi yang terus berkembang, Semarang harus terus berinovasi. Karena salah satu fokusnya pariwisata, maka label Smart City itu juga harus tercermin dalam pengembangan sektor tersebut," pungkas Hendi.

Sementara itu Hendi menekankan pengaplikasian sistem robotik untuk peningkatan daya tarik Kota Semarang yang diunggahnya di media sosial merupakan bagian dari lompatan besar pembangunan di Kota Semarang.

Adapun penggunaan sistem robotik sebagai daya tarik Kota Semarang telah direalisasikan Hendi dalam revitalisasi objek wisata Taman Lele. Di sana pengunjung akan menemukan sebuah lele besar yang dapat bergerak dan menyemburkan air, yang mana saat ini menjadi ikon tempat wisata milik Pemerintah Kota Semarang tersebut.

Simak Video "Kena Corona, Walkot Semarang Ternyata Sempat Diswab 3x Negatif"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)