Wali Kota Hendi Ajak Swasta Dukung Pembangunan Semarang di 2021

Erika Dyah - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 19:56 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut ingin menjaga tren positif pembangunan wilayah yang dipimpinnya. Mulai dari membuat skala prioritas yang lebih mengerucut hingga memaksimalkan pola pembangunan dengan sistem swakelola.

Ia menilai pandemi COVID-19 membuat sejumlah rencana pembangunan tertunda, tak terkecuali di Kota Semarang. Pria yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan dalam satu tahun terakhir di sepanjang tahun 2020, anggaran pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dialihkan besar-besaran guna penanganan COVID-19.

Hendi mengungkap pada tahun 2021 ini akan melakukan refocusing anggaran dan kembali berkomitmen mengejar pembangunan di Kota Semarang. Ia berharap ada dukungan partisipasi dari sektor privat atau pihak swasta di Kota Semarang untuk mewujudkan pembangunan tersebut.

"Kita mencoba menawarkan aset-aset milik pemerintah kota, untuk kemudian bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Untuk kegiatan investasi, boleh, ada model BOT (Build Operate Transfer) atau model sewa. Atau kemudian untuk program CSR, misalnya seperti pada taman di Jalan Menteri Supeno, juga di Jalan Pierre Tendean, juga boleh." terang Hendi dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1/2021).

Lebih lanjut Hendi menjelaskan Pemkot Semarang membuka peluang kepada semua pihak yang berminat turut membangun aset milik Pemkot Semarang, termasuk pada area publik. Menurutnya, berbagai pola kerja sama dapat terjalin antara Pemkot Semarang dengan pihak swasta guna meningkatkan agresivitas pembangunan Kota Semarang.

"Nah, saya membuka pintu, sepanjang itu sesuai aturan, sesuai asas, mudah-mudahan di tahun ini bisa ada beberapa titik lagi yang bisa dikembangkan. Yang kemarin sudah berdiskusi lisan misalnya untuk taman Madukoro, ya itu boleh juga, tapi sampai hari ini belum ada keputusan jadi masuk program CSR atau tidak," ungkap Hendi.

Hendi menilai adanya partisipasi dari pihak swasta dapat meringankan beban anggaran pembangunan Pemerintah Kota Semarang. Sehingga nantinya anggaran tersebut dapat dialihkan pada pembangunan lain yang lebih prioritas.

(ncm/ega)