Wali Kota Semarang Minta Warga Tambakrejo Segera Huni Kampung Nelayan

Inkana Putri - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 19:57 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengundang perwakilan warga Tambakrejo dan meminta warga untuk dapat segera menempati Kampung Nelayan. Pemerintah Kota Semarang telah mendirikan Kampung Nelayan sebagai wilayah tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk warga Tambakrejo.

"Sebenarnya pada 19 Januari lalu, kita akan meresmikan proyek pembangunan Pemerintah Kota Semarang, salah satunya proyek pembangunan Kampung Nelayan Tambakrejo. Tapi karena Pemerintah pusat memberlakukan PPKM, maka sedulur-sedulur ini masuk dulu saja," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Senin (25/01/2021).

Hendi yang menerima warga Tambakrejo di kantornya di Jalan Pemuda, menegaskan upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam menangani persoalan rob dan banjir di wilayah Semarang bagian timur. Salah satunya dengan melakukan normalisasi 5 sungai besar, meliputi Kali Tenggang, Kali Sringin, Kali Babon, Kali Banger, serta Banjir Kanal Timur.

"Jadi mudah-mudahan dengan adanya kampung nelayan Tambakrejo ini dapat memberi manfaat bagi warga dan Insyaallah akan memberi kebermanfaatan untuk kepentingan besar masyarakat Kota Semarang," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Permukiman Kota Semarang, Ali mengungkapkan akan segera melakukan pengundian kepada 97 KK agar dapat segera menempati Kampung Nelayan.

"Jadi semuanya sudah siap untuk rumah yang akan ditempati termasuk nomor-nomor undian bagi warga juga sudah kita siapkan. Harapannya dengan pengundian ini, akan lebih adil, tidak ada saling iri semata-mata untuk kebaikan bersama khususnya bagi warga yang akan menempati kampung nelayan Tambakrejo," pungkasnya.

Sebagai informasi, project normalisasi Banjir Kanal Timur mulai dikerjakan sejak tahun 2018, namun penyelesaian program ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk soal pembebasan lahan. Dalam hal ini, Pemkot Semarang melakukan sejumlah upaya persuasif, salah satunya menggelar pertemuan intensif dengan masyarakat sekitar bantaran Banjir Kanal Timur.

Pemkot Semarang juga menyiapkan sejumlah tempat sebagai lokasi baru untuk masyarakat yang terdampak program tersebut. Namun, beberapa masyarakat seperti halnya warga Tambakrejo tidak sepakat dengan project tersebut, dan menolak pindah ke rusunawa.

Terkait hal ini, Hendi pun melakukan negosiasi dengan mengundang seluruh warga Tambakrejo yang menolak menempati rusunawa untuk berdiskusi pada 12 Mei 2019. Dalam pertemuan tersebut, Hendi meminta agar jajarannya dan warga Tambakrejo mengambil jalan tengah, yakni dengan membangunkan Kampung Nelayan di lahan yang tidak terdampak project Banjir Kanal Timur.

Hendi juga mengawal langsung kesepakatan bersama ini, serta beberapa kali berkomunikasi langsung dengan warga terkait keberlanjutan project tersebut. Ia pun meyakinkan warga dengan berkomitmen membangun Kampung Nelayan di wilayah Kalimati. Selain pembangunan Kampung Nelayan, pada 7 Agustus 2019, Hendi juga meresmikan musala Al Firdaus, yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggal warga Tambakrejo.

(mul/ega)