Deretan Dentuman Misterius di Indonesia dan Dugaan Penyebabnya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 14:48 WIB

6. Dentuman di Bali, Diduga Akibat Asteroid

Beberapa hari sebelumnya, dentuman dilaporkan terdengar di Buleleng, Bali. Diduga dentuman berasal dari benda langit yang jatuh ke bumi.

"Dentuman terjadi karena gelombang kejut saat asteroid memasuki atmosfer. Gelombang kejut tersebut yang menyebabkan getaran yang terekam di seismograf. Jadi itu terjadi sebelum mencapai daratan," kata Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Rabu (27/1).

Hingga saat ini belum ada yang mengetahui lokasi jatuhnya asteroid tersebut. Thomas menduga benda langit itu jatuh ke perairan.

Terkait peristiwa ini, Thomas membandingkan dengan peristiwa di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang terjadi pada 8 Oktober 2009. Saat itu, proses masuknya meteor ke atmosfer juga terekam seismograf serta memicu bunyi ledakan dan getaran.

"Warga Bone mendengar ledakan disertai getaran kaca-kaca rumah mereka. Warga juga melihat jejak asap di langit. Dugaan Lapan bahwa itu meteor besar akhirnya mendapat bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound. Data infrasound mengindikasikan adanya asteroid jatuh yang diperkirakan berdiameter 10 meter. Belakangan diketahui juga seismograf BMKG terdekat merekam getaran 1,9 magnitudo," ungkap Thomas.

7. Dentuman di Cimahi, Penyebab Masih Misterius

Suara dentuman juga didengar sejumlah orang di Cibeber dan Citeureup, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Rabu (20/1) siang. Kejadian itu bikin geger.

Segelintir warga mengakui mendengar dentuman itu beberapa kali, namun tak mengetahui sumber atau penyebab suaranya. Warga lainnya berspekulasi suara dentuman itu berkaitan proyek pengerjaan tunnel 11 Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di kawasan Gunung Bohong, perbatasan Kecamatan Cimahi Selatan dengan Kecamatan Padalarang, Bandung Barat.

detikcom meminta konfirmasi mengenai hal itu ke pihak PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) selaku yang mengerjakan proyek KCJB melalui subkontraktornya PT CREC. Selama ini pihaknya melakukan pengeboman perut Gunung Bohong untuk menuntaskan proyek pembuatan terowongan. Terkait dentuman itu, Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan akan melakukan pengecekan.

Sementara itu, BMKG Bandung menjelaskan, dari puluhan seismograf yang terpasang di Jabar, tak ada aktivitas seismik atau gempa yang terekam. Peralatan kelistrikan udara yang ada di Lembang pun tak merekam aktivitas petir di atmosfer selama 3 jam terakhir pada 13.30-16.00 WIB.

Pihak Lapan pun menyatakan tak ada aktivitas benda luar angkasa jatuh di wilayah Bandung dan sekitarnya. Selain itu, pencatat kemagnetan BMKG tak mencatat adanya gangguan magnet.

"Berdasarkan poin-poin di atas, suara dentuman di langit Cipageran Cimahi, Cimindi, dan Setiabudi mungkin merupakan aktivitas manusia. Seperti mungkin petasan yang terbuat dari bambu atau kemungkinan aktivitas tentara yang sedang melakukan latihan rutin (misalnya percobaan alutsista TNI) di sekitar suara dentuman. Kebetulan di sekitar wilayah mendengar dentuman ada beberapa lokasi tempat latihan rutin TNI," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu.

Halaman

(rdp/imk)