Diperiksa KPK, Eks Kabiro di Setneg Ini Dicecar soal Pengadaan Helikopter

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 19:54 WIB
Sekjen DPR Indra Iskandar diperiksa KPK terkait kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Ia diperiksa sebagai saksi untuk anggota DPR F-PAN Sukiman.
Indra Iskandar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg) Indra Iskandar. Penyidik KPK mencecar Indra Iskandar terkait pengadaan helikopter di Setneg.

"Indra Iskandar (mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara), didalami pengetahuannya terkait dengan proses pengadaan dan pemeliharaan helikopter di Setneg yang bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Indra Iskandar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budiman Saleh selaku Direktur Utama PT PAL (Persero). Saat ini Indra Iskandar menjabat Sekjen DPR RI.

Seperti diketahui, KPK mengendus aliran dana korupsi di PT DI mengalir hingga ke (Kemensetneg). Sejumlah mantan pejabat Setneg dan pihak swasta pun diperiksa KPK.

Awalnya penyidik KPK memeriksa sejumlah saksi, yaitu Kemal Hidayanto, Achmad Azar, Suharsono, dan Teten Irawang. Mereka telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Rabu, 27 Januari 2021.

Kemal disebut sebagai Manajer Pemasaran ACS (Aircraft Service) PT DI tahun 2013-2017 serta sebagai Manajer Penjualan ACS Wilayah Domestik PT DI tahun 2017-2018. Achmad Azar sebagai Manajer Penagihan PT DI tahun 2016-2018 dan Teten Irawan sebagai General Manager SU ACS PT DI tahun 2017 serta seorang lagi, yaitu Suharsono sebagai mantan Kabiro Keuangan Setneg tahun 2006-2015.

Penyidik mencari tahu perihal dugaan 'kickback' dari PT DI ke pihak tertentu di Setneg terkait pengadaan helikopter. Ali menjelaskan pengadaan pesawat yang dimaksud merupakan helikopter yang tahun pengadaannya pada 2014-2017. Namun Ali tidak merinci lebih detail.

"Melalui keterangan para saksi tersebut, tim penyidik KPK masih terus mendalami adanya dugaan penerimaan sejumlah dana sebagai 'kickback' dari PT Dirgantara Indonesia kepada pihak-pihak tertentu di Setneg terkait pengadaan pesawat di Setneg," ucap Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (28/1).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.