Satpol PP Depok Tunggu Rekomendasi Penyegelan Pasar Muamalah

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 16:00 WIB
Lokasi pasar muamalah di Depok, jual beli dengan dinar-dirham. Salah satu pedagang Pasar Muamalah bernama Yasser mengatakan kabar viral di medsos soal transaksi pakai dirham dan dinar tidak sepenuhnya benar karena tak ada pemaksaan (Sachril/detikcom)
Lokasi pasar muamalah di Depok, jual beli dengan dinar-dirham (Sachril/detikcom)
Depok -

Pasar Muamalah di Tanah Baru, Beji, Depok yang viral disebut bertransaksi menggunakan dirham dan dinar, tidak mengantongi izin. Terkait hal itu, Satpol PP Depok berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Kota Depok untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

"Satpol PP akan menindaklanjuti rekomendasi dari perizinan jika harus dilakukan penyegelan," kata Kasatpol PP Depok Lienda Ratnanurdiany saat dihubungi detikcom, Jumat (29/1/2021).

Perihal alat tukar yang digunakan di pasar tersebut, Lienda enggan berkomentar. Menurutnya, penindakan terkait transaksi dengan mata uang asing di dalam negeri bukan kewenangannya.

"Terkait alat tukar yang digunakan yang tidak sesuai ketentuan Undang-Undang, hal itu menjadi ranah penegak Undang-Undang," imbuhnya.

Lebih lanjut, Lienda mengaku pihaknya telah mendatangi lokasi pasar tersebut hari ini. Dia pun telah mengimbau kepada pengelola untuk tidak melanjutkan operasi pasar tersebut ke depannya.

"Sudah dihimbau untuk tidak dilaksanakan lagi," ujar Lienda.

Keberadaan Pasar Muamalah di Beji, Kota Depok tersebut memang menyita perhatian. Pasalnya, dalam bertransaksi pasar tersebut menggunakan mata uang asing.

Pasar yang beroperasi tiap hari Minggu dalam dua pekan sekali ini memang menjual barang-barang yang bernuansa Timur Tengah. Lurah Tanah Baru, Zakky Fauzan, mengatakan pihaknya baru mengetahui keberadaan pasar tersebut hari Rabu (27/1). Dia menyebut pasar itu tidak mengantongi izin.

"Kalau terkait aktifitas itu memang tanpa seizin dan sepengetahuan dari lingkungan. Saya sudah konfirmasi ke RT dan RW itu di luar pengetahuan mereka. Jadi tidak pernah ada izin," kata Zakky saat dihubungi detikcom, Kamis (28/1).

Simak video 'Heboh Pasar di Depok Transaksi Pakai Dinar dan Dirham':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2