Gubsu Ungkap Temuan Tim soal Pipa Gas Bocor Tewaskan 5 Warga di Madina

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 15:30 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengungkap temuan sementara dari tim yang dikirim untuk mengecek pipa gas bocor di Mandailing Natal (Madina). Edy mengatakan kebocoran itu terjadi di luar area yang direkomendasikan Pemprov Sumut.

"Sementara yang saya dapat, ini sedang disusun tulisannya. Bahwa dia di luar peruntukan, perizinan yang dibikin oleh Pemprov kepada hutan yang diminta oleh Kementerian Kehutanan. Jadi kalau di luar, prosesnya nanti bagaimana itu prosesnya. Akibatnya membahayakan penduduk," kata Edy di Medan, Jumat (29/1/2021).

Edy mengatakan kebocoran pipa menyebabkan gas beracun terhirup oleh warga. Dia khawatir udara di kawasan itu tidak baik untuk kesehatan warga.

"Asam sulfatnya di situ cenderung karbon. Kalau diisap pasti menjadikan, menjadi tidak baik oleh manusia. Itu nanti akan diproses lebih jauh yang bersifat teknis," sebut Edy.

Edy juga menyinggung soal perizinan pipa gas tersebut. Dia mengatakan pipa gas yang bocor itu ada di luar lokasi hutan lindung yang telah direkomendasikan Pemprov Sumut.

"Dari segi perizinan, dari Pemprov, sudah melaksanakan tugasnya merekomendasikan kepada Menteri Kehutanan. Karena melewati hutan lindung itu si pipa. Jadi kejadiannya tidak di situ, di luar hutan lindung tersebut kejadian," ujar Edy.

Sebelumnya, pipa gas di area PT SMGP bocor pada Senin (25/1). Polisi mengatakan ada lima warga yang tewas serta 24 orang dilarikan ke rumah sakit setelah pipa gas tersebut bocor.

"Lima warga bernama Suratmi, Kaila Zahra, Yusniar, Dahni, dan Syahrani meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan.

Hadi mengatakan 24 orang yang pingsan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Salah satu korban yang dirawat di rumah sakit adalah polisi.

"Akibat peristiwa gas beracun itu, 24 warga yang mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas beracun itu pingsan. Serta seorang personel polisi Aipda Lestari dirawat di rumah sakit," ujarnya.

(haf/haf)