Polisi Imbau Pria Pelaku Mesum di Halte di Senen Serahkan Diri

Rahmat Fathan - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 19:52 WIB
Polisi amankan perempuan yang berbuat mesum di halte bus Senen, Jakpus
Polisi amankan perempuan yang berbuat mesum di halte bus Senen, Jakpus (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Identitas pria pelaku mesum di halte bus di Senen, Jakarta Pusat, hingga kini belum terungkap. Polisi pun mengimbau pria pelaku mesum di halte itu untuk menyerahkan diri.

"Dari kepolisian mengimbau pelaku pria secepatnya bisa menyerahkan diri, sehingga kita bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Jalan Garuda, Jakpus, Kamis (28/1/2021).

Burhanuddin menjelaskan kesulitan dalam menguak identitas pelaku pria. Sebab, perempuan pelaku mesum di halte, MA (21) tidak bisa menjelaskan secara gamblang sosok pria itu.

MA tidak memberikan informasi yang cukup penting terkait pelaku pria itu. MA hanya menyebut pelaku pria sering melintas di lokasi, Jl Kramat Raya, Senen, Jakpus.

"Dari wanitanya kita tanya jawabannya tidak konsisten, dia sendiri tidak bisa menjelaskan siapa prianya. Dia bilang, 'itu orang yang sering lewat di situ'," ucapnya.

Meski demikian, Burhanuddin menegaskan kepolisian tetap akan mencari pelaku pria. Adapun MA, saat ini masih menjalani tes kejiwaan di RS Polri.

"Pelaku wanitanya sedang menjalani tes kejiwaan, mungkin dalam beberapa hari hasilnya akan kita sampaikan," kata dia.

Untuk diketahui, pada Minggu (24/1), polisi mengamankan perempuan pelaku mesum di halte bus di Senen. Pelaku itu mengaku baru pertama kali bertemu dengan pelaku pria sebelum melakukan aksi mesumnya.

Kepada polisi, MA mengaku diberi Rp 22 ribu oleh pelaku pria setelah melakukan aksi mesumnya. Namun, ketika ditanya alasan melakukan tindakan mesum tersebut di halte, MA tidak memberikan jawaban yang jelas.

Meski menerima uang, tetapi polisi menyebut bahwa MA bukan PSK. Adapun MA dijerat Pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila di muka umum dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara.

(mea/mea)