Ormas PDIP Ikut Ngegas soal Ajakan Lari, Jubir Sandi: Lebay, Lihat Video Utuh

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 19:15 WIB
sandiaga di Mandalika
Menparekraf Sandiaga Uno (Diskominfotik NTB)
Jakarta -

Organisasi kemasyarakatan (ormas) sayap PDIP, Banteng Muda Indonesia (BMI), ikut ngegas ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno soal ajakan lari pagi. Juru bicara (jubir) Sandiaga, Kawendra Lukistian, menilai pihak tersebut merespons guyonan Sandiaga secara berlebihan alias lebay.

"Justru yang lebay adalah yang merespons berlebihan jokes yang diutarakan Bang Sandi," kata Kawendra kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Dia meminta pihak-pihak tersebut menonton video secara utuh sebelum memberikan tanggapan. Polemik ajakan lari Sandiaga awalnya mendapat respons keras anggota Komisi X DPR RI fraksi PDIP, Putra Nababan.

"Sebaiknya Bung Dian dan Bung Putra sebelum ikut menanggapi lihat video utuhnya dulu," kata dia.

Kawendra menjelaskan dalam video yang diunggah, Sandi mengajak para anggota Komisi X DPR untuk ikut meninjau langsung para pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Ia menegaskan tidak ada niatan melakukan framing negatif terhadap para anggota dewan.

"Dalam video tersebut Bang Sandi begitu bersahabat mengajak teman-teman Komisi X untuk sama-sama meninjau secara langsung pelaku ekraf, tidak ada sama sekali ingin mem-framing, jadi tak perlu negative thinking," ucapnya.

Lebih lanjut, Kawendra mengimbau semua pihak untuk santai dalam melakukan urusan kenegaraan. Namun, ia mempersilakan jika memang ada pihak yang memiliki intensi untuk mencari perhatian.

"Bernegara tidak perlu selalu dibawa tegang, terlebih di tengah pandemi seperti ini. Santai dan relaks saja semuanya. Lain halnya bila memang orientasinya ingin cari perhatian. Kalau itu sih terserah," ucapnya.

Selain itu, Kawendra pun menilai konten sosial media Sandiaga Uno sebagian besar persoalan pekerjaan. Menurutnya, Sandiaga Uno harus mampu melakukan komunikasi secara kreatif sebagai menparekraf.

"Satu hal lagi, silahkan cermati isi dari sosmed bang Sandi, itu semua sebagian besar merupakan tugas beliau sebagai menteri, ingat beliau itu menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, cara berkomunikasi dan memberi informasi kepada publiknya juga perlu kreatif dong," tegasnya.

Seperti diketahui, Sandiaga dikritik anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan, terkait unggahan video ajakan lari pagi. Kritikan tersebut langsung ditanggapi Sandiaga melalui juru bicaranya, Kawendra Lukistian.

Terkait polemik itu, organisasi sayap PDIP, BMI, ikut ngegas ke Sandiaga. Ketua BMI Dian Eka Yanto menilai Sandiaga tidak kesatria karena mengutus juru bicara untuk menanggapi kritikan anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan.

"Menteri Sandi jangan lebay. Baru ditegur mitra kerjanya saja sudah mengutus juru bicara. Biasakan ditegur anggota Dewan dalam menjalankan tugas sebagai Pembantu Presiden karena itulah fungsi anggota Dewan, mengawasi kerja Menteri," ungkap Dian Eka Yanto dalam siaran pers, Kamis (28/1).

Dian juga menanggapi Kawendra Lukistian. Dia menyinggung soal kurangnya pengetahuan tentang ketatanegaraan dan etika hubungan antarlembaga negara.

Lebih lanjut, menurut Dian, hal-hal yang harus diawasi adalah kerja dan kinerja, termasuk substansi Sandiaga Uno dan cara berkomunikasi sebagai pejabat publik. Dia menjelaskan bahwa yang dikritik Putra Nababan adalah soal undangan fiktif yang disampaikan Sandiaga.

"Yang dikritik Bang Putra adalah kefiktifan dari undangan lari yang disampaikan Menteri Sandi di media sosialnya, yang ternyata undangan itu tidak pernah ada," cetusnya.

(hel/jbr)