Dede Yusuf: Sandiaga Sudah Minta Maaf soal Posting Ajakan Lari

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 12:30 WIB
Dede Yusuf
Dede Yusuf (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Posting-an Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno soal ajakan lari pagi diprotes anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengatakan Sandiaga sudah meminta maaf atas kekeliruan timnya.

Dede menjelaskan sebenarnya hanya dirinya yang ditantang lari pagi bersama Sandiaga Uno, bukan sekitar 50 anggota Komisi X DPR. Karena itu, menurutnya, caption yang diunggah tim Sandiaga tidaklah tepat.

"Cuma mungkin caption yang ditulis tim Mas Sandi agak kurang pas saja. Jadi beliau sudah minta maaf atas keteledoran timnya," kata Dede Yusuf kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Dede pun meminta hal ini dijadikan pelajaran untuk Sandiaga. Ke depannya, sebagai pejabat publik, Sandiaga harus lebih berhati-hati dalam bermain media sosial (medsos).

"Iya itu timnya yang salah bikin caption. Pelajaran buat Mas Menteri agar sebagai pejabat publik, sekarang harus hati-hati bikin medsos," ucapnya.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan berang terhadap Sandiaga Uno. Putra Nababan menganggap Sandi mem-framing anggota Dewan tidak bisa bangun pagi.

Menurut Putra Nababan, Sandiaga lewat akun media sosial Instagram @sandiagauno menuliskan hanya 2 dari 50 lebih anggota Komisi DPR yang menerima ajakan lari pagi. Putra Nababan juga menyebut unggahan itu sudah dihapus.

"Dari 50 lebih anggota Dewan di Komisi X, hanya 2 yang hari ini menerima ajakan lari pagi saya sembari meninjau usaha-usaha ekonomi kreatif yang ada di kawasan GBK. Untuk komisi X yang lain saya dan Bu @dewicoryati tunggu di hari Selasa depan. Kita olahraga sambil bertukar pikiran untuk menggarap potensi lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sampai jumpa!" demikian caption unggahan Sandiaga, seperti disampaikan kembali Putra Nababan.

Putra Nababan meminta Sandiaga bekerja dan membangun citra sebagai seorang politikus. Bukan malah membentuk framing negatif mitra kerjanya lewat medsos.

"Sandi harusnya sadar dirinya adalah pembantu Presiden Jokowi. Dia harus berhenti menciptakan sensasi-sensasi politik kosong dengan memberikan bingkai framing negatif terhadap mitra kerjanya, seolah-olah 50 lebih anggota Komisi X tidak bisa bangun pagi dan lari pagi serta tidak mau ikut menyaksikan usaha ekonomi kreatif di Gelora Bung Karno," kata Putra Nababan.

(hel/mae)