Komisi III Tanya ke Calon Hakim Ad Hoc Ini soal MA Sebut Suap Kedermawanan

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 13:42 WIB
Uji calon hakim agung di Komisi III DPR (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Uji calon hakim di Komisi III DPR (Rahel Narda Chaterine/detikcom)

Seperti diketahui, pada hari ini Komisi III DPR RI melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga calon hakim ad hoc di ruang rapat Komisi III DPR RI. Sejauh ini Komisi III sudah ada satu calon hakim ad hoc, yakni Petrus Paulus Maturbongs, yang ditanya saat proses fit and proper test.

Terkait pemberian mobil ke Kalapas Sukamiskin Wahid Husen merupakan putusan MA terhadap peninjauan kembali (PK) yang diajukan Fahmi. PK Fahmi dikabulkan dan hukumannya disunat oleh MA.

Sesuai fakta persidangan, pemohon peninjauan kembali (Fahmi) menyetujuinya untuk membelikan mobil tersebut bukan karena adanya fasilitas yang diperoleh pemohon, melainkan karena sifat kedermawanan pemohon," demikian bunyi putusan MA yang dilansir website-nya, Senin (7/12/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Salman Luthan dengan anggota Abdul Latif dan Sofyan Sitompul. Majelis menyatakan fasilitas yang diterima Fahmi bukan merupakan imbal jasa atas pemberian barang dari Fahmi Darmawansyah.

"Pemberian mobil tersebut bukan dikehendaki (niat jahat) Terpidana/Pemohon (Fahmi) untuk mempengaruhi Kepala Lapas agar dapat memperoleh fasilitas dalam Lapas," ujar majelis dengan suara bulat.

Halaman

(maa/zak)