PKS: Bodebek Mesti Tambah Kapasitas RS, Agar Tak Bergantung ke DKI

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 07:18 WIB
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group.
ilustrasi ruang perawatan pasien COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP PKS Kurniasih Mufidayati meminta daerah penyangga Jakarta untuk menambah kapasitas RS rujukan COVID-19. Hal ini dimaksud agar pelayanan kesehatan tidak melulu bergantung ke DKI Jakarta.

"Tentu di Bodebek juga mesti ditambah kapasitasnya secara simultan bahkan lebih besar lagi," ujar Kurniasih kepada detikcom, Rabu (27/1/2021).

Kurniasih mengungkap penambahan kasus harian di Jawa Barat lebih tinggi dari DKI Jakarta. Artinya, kebutuhan rumah sakit di Jawa Barat sangat besar.

"Karenanya, penambahan kapasitasnya harus disegerakan dan dipercepat. Hal ini akan membagi beban perawatan dan tidak bergantung ke DKI," ucap Kurniasih.

Selain itu, Kurniasih menyebut ada gap pelayanan antara rumah sakit di DKI Jakarta dengan rumah sakit di Bodebek. Sehingga menyebabkan warga lebih memilih dirawat di Ibu Kota.

"Tetapi memang disadari terdapat gap pelayanan antara RS yang ada di DKI dengan daerah-daerah sekitarnya. Untuk itu, kementerian Kesehatan harus segera melakukan pembenahan dan peningkatan upaya agar tidak menumpuk di DKI Jakarta," tutur Kurniasih.

Dengan situasi pandemi yang makin parah, Kurniasih menilai kurang tepat bila pelayanan dilihat dari asal usul dan domisili pasien Corona. Menurutnya, setiap WNI berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan jaminan hidup.

"Yang perlu dilakukan adalah koordinasi dan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah - dan pemda dengan pemerintah pusat. Sekali lagi, jangan full dibebankan pada daerah, kementerian Kesehatan dan Satgas COVID telah diberikan kewenangan dan hak yang besar untuk melakukan koordinasi dan pelayanan di bidang Kesehatan. Kami mendukung langkah-langkah tersebut," jelas Kurniasih.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menelepon Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, untuk meminta pemerintah pusat menambah fasilitas rumah sakit di Botabek sehingga pasien COVID-19 dirawat di daerah masing-masing. Ahmad Riza Patria mengatakan selama ini Jakarta melayani pasien COVID-19 yang merupakan warga non-Jakarta. Kisaran pasien non-Jakarta bisa mencapai 30 persen.

"Nah, yang ketiga ini yang mudah-mudahan dalam waktu dekat terus kami koordinasikan. Tadi juga saya bertelepon dengan Pak Menko (Luhut) mudah-mudahan ada penambahan nanti di daerah Botabek. Jadi pemerintah pusat akan membantu mudah-mudahan meningkatkan kapasitas kemampuan dari daerah-daerah di luar Jakarta yaitu Botabek. Apakah rumah sakitnya, nakesnya, ICU, dan sebagainya. Itu harapan kami," ujar Ahmad Riza Patria saat ditemui di TPU Rorotan, Rabu (27/1/2021).

Ahmad Riza Patria berharap ke depannya pemerintah pusat membantu daerah luar Jakarta supaya masing-masing daerah bisa menampung warganya yang terpapar COVID-19 sehingga okupansi rumah sakit di Jakarta menurun.

Selain itu, Ahmad Riza Patria juga meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menambah hotel di Jakarta yang bisa dijadikan tempat untuk isolasi mandiri. Beberapa hotel di Jakarta memang sudah disulap menjadi tempat untuk pasien COVID-19.

(isa/zak)