Ngaku Membela Diri dari KDRT, Riska Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 17:40 WIB
ilustrasi pembunuhan
Foto: detik
Jakarta -

Riska Kartika Dewi (35) kini hanya bisa menatap jeruji besi. Maksud hati membela diri dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan sang suami, Risma didakwa melakukan pembunuhan berencana.

Kasus dugaan pembunuhan berencana yang didakwakan kepada Riska berawal dari sebuah peristiwa yang terjadi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2020) pukul 06.00 WIB. Pada saat itu, sang suami, Hendra Supenda membangunkan Riska untuk meminta uang dengan cara ditransfer.

"(Hendra meminta uang kepada Riska) untuk digunakan bermain game online oleh korban," kata Direktur LBH Mawar Saron Jakarta, Ditho HF Sitompoel dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (27/1/2021).

Riska menolak permintaan tersebut dengan alasan sudah tidak memiliki uang. Namun pada saat itu Hendra malah memarahi Riska dengan kata-kata yang tidak senonoh. Hendra menuduh Riska sebagai perempuan bayaran.

"Setelah itu, terjadilah adu mulut dan penganiayaan berat kepada Riska oleh suaminya sendiri (korban)," tutur Ditho.

Di tengah KDRT itu, Hendra mengambil sebilah pisau dari dapur. Sejurus kemudian, Hendra menodongkan dan menempelkan pisau ke arah leher Riska serta mengancam akan membunuhnya apabila tidak diberikan uang.

"Menghadapi ancaman tersebut Riska berupaya menjauhkan pisau tersebut dari lehernya dan terjadilah usaha tarik-menarik pisau antara Riska dengan korban (Hendra), hingga pada akhirnya korban tertusuk di bagian dada sebelah kiri," ujar Ditho.

Mengetahui Hendra tertusuk pisau, Riska panik. Bersama kerabatnya, ia membawa sang suami ke rumah sakit. Namun sore harinya Hendra meninggal dunia.

Atas hal itu, Riska diproses secara hukum dan diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Pada 12 Januari 2021, Riska didakwa Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati. Riska juga didakwa Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 352 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan Yang Menyebabkan Kematian.

Kuasa hukum Riska membantah dakwaan jaksa. Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2