Ucapkan Terima Kasih, Jenderal Sigit Ibaratkan Idham Azis Elang Pemimpin

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 16:41 WIB
Serah terima jabatan Kapolri dari Jenderal Idham Azis ke Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Serah terima jabatan Kapolri (Foto: dok. Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jenderal Idham Azis atas darma baktinya selama memimpin Polri. Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan perjalanan karier dan pencapaiannya hingga saat ini tak lepas dari peran Jenderal Idham Azis.

"Perjalanan karier saya sampai menjadi Kapolri tidak lain dan tidak bukan berkat beliau, Bapak Jenderal Polisi Idham Azis. Selama saya menjadi Kabareskrim, berbagai capaian prestasi seperti pengungkapan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik tentu berkat dukungan dan arahan beliau," kata Jenderal Sigit setelah menerima panji-panji Tribrata dari Kapolri sebelumnya Jenderal Idham Azis di Mabes Polri, Rabu (27/1/2021).

Jenderal Sigit mengungkapkan Jenderal Idham Azis merupakan sosok senior yang sangat dikaguminya. Jenderal Sigit menilai Jenderal Idham sebagai sosok yang memiliki kesadaran tinggi, peka, dan tenang dalam mengambil setiap keputusan.

"Beliau adalah sosok senior yang sangat saya kagumi senantiasa menjadi teladan dan saya jadikan role model, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari. Pemimpin yang memiliki sense of awarness yang tinggi namun di sisi lain kepekaan tersebut juga diikuti dengan fokus, ketenangan, dalam mengambil setiap keputusan dan tindakan," ungkapnya.

Selain itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo melihat Jenderal Idham sebagai sosok pimpinan yang berani dan bertanggung jawab. Jenderal Listyo Sigit Prabowo lalu mengibaratkan karakter Jenderal Idham seperti elang pemimpin yang tidak banyak pencitraan dan lebih mengutamakan kerja nyata.

"Beliau juga merupakan sosok pimpinan yang berani dan bertanggung jawab, senantiasa membela, memperhatikan, dan melindungi anggotanya. Jika diibaratkan karakter, seorang Jenderal Idham Azis seperti karakter elang pemimpin. Elang pemimpin itu tidak perlu melahirkan dirinya seperti burung merak, burung nuri, untuk dikenali ataupun disegani oleh kawan dan lawan," ujarnya.

"Hal ini sejalan dengan pribadi beliau yang tidak suka melakukan pencitraan, namun mengutamakan hasil kerja nyata yang dirasakan," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2