Menteri ATR Ungkap Penyebab Banjir di Kolong Tol JORR Kalimalang

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 12:54 WIB
Menteri ATR/BPN dan Menteri PUPR sambangi perumahan Grand Kota Bintang Bekasi
Menteri ATR Sofyan Djalil (kiri) dan Menteri PUPR Basuki (kanan) (Rahmat Fathan/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengungkap penyebab banjir di kolong Tol JORR Kalimalang, Bekasi. Sofyan Djalil mengatakan terjadi penyempitan sungai karena pembangunan perumahan Grand Kota Bintang Bekasi tidak sesuai sandar.

"Terjadi penyempitan sungai karena developer (Grand Kota Bintang Bekasi) membangun tidak sesuai dengan standar. Karena badan sungai tak boleh berkurang sama sekali. Kemudian ada pengalihan sungai," ujar Sofyan Djalil di Grand Kota Bintang, Bekasi, Rabu (27/1/2020).

Sofyan Djalil mengatakan pihak pengembang Grand Kota Bintang Bekasi akan dikenai restorative justice. Dia pun meminta fungsi sungai yang ada di dekat area tersebut dikembalikan sebagaimana mestinya untuk mencegah banjir.

"Jadi begini, ini keterlanjuran, banyak keterlanjuran di republik ini. Oleh sebab itu, ada mekanisme hukum yang disebut restorative justice. Restorative justice artinya mengembalikan kondisi yang keliru itu ke fungsi sebelumnya," kata dia.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan pihaknya telah mengevaluasi banjir yang terjadi kolong Tol JORR Kalimalang, Bekasi. Menurut dia, terjadi penyempitan sungai yang berada di dekat kawasan Grand Kota Bintang Bekasi.

"Gini ya, jadi kan kemarin banjir di kolong tol itu terjadi terus-terusan. Kami waktu banjir sudah ada evaluasi bersama dengan Deputi ATR, kemudian bahwa ini aslinya 12 meter (m) lebarnya itu bisa dihitung debitnya berapa maksimum. Begitu masuk sini itu jadi 6 m," tutur Basuki.

"Intinya hari ini kita melihat dan mengembalikan fungsi sungai yang kembali kecil di kawasan ini," lanjut dia menambahkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2