PAN DKI Prihatin soal TPU COVID Bambu Wulung: PSBB Ketat Belum Efektif

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 06:14 WIB
Oman Rahman Rakinda
Foto: Oman Rahman Rakinda (dok. Istimewa)
Jakarta -

PAN DKI Jakarta prihatin dengan TPU khusus COVID-19 Bambu Wulung terisi sebanyak 162 dalam 5 hari beroperasi. PAN menilai angka kematian akibat COVID-19 ini menunjukkan PSBB ketat di Ibu Kota belum efektif.

"PSBB diperketat ini belum begitu efektif. Terisinya 162 liang lahat di TPU Bambu Wulung sangat prihatin," ungkap Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Oman Rahman Rakinda kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Oman meminta agar Satgas COVID-19 terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, Oman mengingatkan agar Satgas di tingkat RW diaktifkan.

"Terus edukasi warga, Jangan kendor! Libatkan seluruh aparat dan stakeholder, aktifkan Gugus Tugas COVID-19 hingga tingkat RT/RW. Awasi pelaksanaan prokes di semua sektor," kata Oman.

Menurut Oman harus ada pembatasan yang lebih ketat untuk mencegah penularan Corona di Jakarta. Namun dia memahami bahwa semua kebijakan harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

"Seharusnya ada situasi lebih ketat di DKI, tapi kami juga faham harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Satpol PP perlu lebih aktif dalam pengawasan dan penindakan," tutur dia.

Untuk diketahui, Pemprov DKI baru membuka TPU Bambu Wulung, Jakarta Timur, khusus untuk jenazah COVID-19 pada Kamis (21/1). Hingga Senin (25/1), sudah ada 162 jenazah yang dimakamkan di TPU Bambu Wulung.

"Per tanggal 25 pukul 20.00 WIB, itu 162 (jenazah)," Kapusdatin Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Nurcahyo kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

"Kapasitas petak makamnya 800 petak makam. Kalau untuk area sekitar 3.000 meter yang sudah siap," katanya.

Ivan menjelaskan total TPU Bambu Wulung tersedia 800 petak makam khusus untuk jenazah COVID-19. Sebanyak 800 petak itu berada di area seluas 3.000 meter persegi.

(lir/aud)