Round-Up

Argumen Kasus DBD 'Hilang' di Balik Aturan Siswi Berjilbab di Padang

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 04:59 WIB
Eks Wali Kota Padang Fauzi Bahar (dok. Istimewa)
Foto: Eks Wali Kota Padang Fauzi Bahar (dok. Istimewa)
Jakarta -

Konon aturan siswi di Padang, Sumatera Barat, berjilbab telah ada sejak 15 tahun silam. Bahkan, kebijakan itu diklaim oleh mantan wali kota mampu menurunkan angka kasus demam berdarah atau DBD.

Polemik itu awalnya mencuat setelah viral video adu argumen antara orang tua siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Elianu Hia, yang menilai putrinya diharuskan berjilbab saat ke sekolah.

Elianu mengaku dipanggil melalui pesan lisan pihak sekolah kepada anaknya. Dia menyebut anaknya sudah tiga minggu dipanggil oleh pihak bimbingan dan konseling (BK) gara-gara tak memakai jilbab.

Pihak sekolah kemudian buka suara dan menyatakan tak ada paksaan bagi siswi nonmuslim untuk berjilbab ke sekolah. Selain itu, Dinas Pendidikan Sumatera Barat juga telah membentuk tim untuk mengusut masalah ini.

Pihak Disdik Sumbar menyebut tak pernah ada intimidasi ataupun paksaan bagi siswi nonmuslim untuk memakai jilbab. Selain itu, tata tertib SMKN 2 Padang juga tak menyebut secara detail siswi nonmuslim harus berjilbab. Meski demikian, ada aturan menggunakan pakaian muslim pada hari Jumat.

Kepala Sekolah Rusmadi bahkan telah meminta maaf dan rela melepas jabatan demi mempertanggungjawabkan masalah itu.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim meminta masalah ini segera diselesaikan. Dia memerintahkan agar pihak yang terlibat dengan aturan intoleran tersebut diberi sanksi.

Polemik ini juga dikomentari mantan Wali Kota Padang Fauzi Bahar. Penjelasannya di halaman berikutnya.