Penyintas Tsunami Palu Gelar 'Trauma Healing' Bagi Korban Gempa Sulbar

Mohammad Qadri - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 03:15 WIB
Penyintas Tsunami Palu Memberikan Trauma Healing kepada Korban Gempa Majene-Mamuju
Foto: Dok. Istimewa
Majene -

Para penyintas bencana tsunami di Palu, Sulawesi Tengah datang ke Kabupaten Mamuju untuk jadi relawan dan menghibur anak-anak di lokasi pengungsian warga yang terdampak akibat gempa di Sulawesi Barat. Penyintas yang tergabung dalam Komunitas Relawan Palu itu, mempertunjukan teater pantonim di sejumlah titik posko pengungsian.

Koordinator Komunitas Relawan Palu, Hafit Cipta menyampaikan dirinya beserta para penyintas Tsunami Palu merasa perlu untuk memberi trauma healling dengan mempertontonkan penampilan teater pantonim. Dia beserta komunitas relawan merupakan pemuda dari penyintas bencana tsunami di Palu yang terjadi akhir tahun 2018 itu.

"Kami baru saja selesai menghibur korban gempa di tenda pengungsian yang berada di area Stadion Mankarra Mamuju, SMK Buah Hati dan Anjungan Manakarra. Besar harapan, gerakan yang kami lakukan dari Komunitas Relawan Palu mampu dan bisa membuat korban gempa Mamuju kembali tersenyum walau dalam duka," ucap Hafit kepada detikcom pada Selasa (26/1/2021).

"Terkhusus korban gempa yang kategori masih anak-anak. Namun realitanya, dengan dua aktor teater pantonim yang sudah kami siapkan, juga mampu untuk orang dewasa di tenda pengungsian," lanjutnya.

Hafit menyampaikan bahwa kehadiran Komunitas Relawan Palu di Sulbar, sudah memasuki hari keenam. Yang pada setiap harinya, menghabiskan waktu dengan mempertontonkan penampilan teater pantonim di tenda pengungsian dan membagikan bantuan kebutuhan bayi.

Sejauh ini pertunjukan tersebut dilakukan di dua titik wilayah yaitu Kecamatan Tapalang, Kab. Mamuju dan Kecamtan Malunda, Kab. Majene, Sulbar.

Sementara itu, Nopi (38) salah seorang korban akibat gempa Sulbar mengapresiasi penampilan pantonim dari Komunitas Relawan Palu di posko-posko pengungsian. Dia mengaku akhirnya melihat keceriaan dari wajah anak-anak yang saat ini tinggal ditenda pengungsian.

"Kami sangat berterima kasih buat para relawan yang hadir di Sulbar. Selain hadir dengan bantuan tenaga untuk mengevakuasi korban gempa dan bantuan bahan makanan, para relawan juga sangat membantu anak anak yang tadinya ketakutan dan trauma akibat gempa, kini sudah mulai bermain berkumpul melihat penampilan teater pantomin."Ucap Nopi saat dihubungi Selasa (26/1/2021) malam.

Sebelumnya dua daerah di Mamuju dan Majenne, Sulbar terdampak akibat gempa 6,2 magnitude. Yang saat ini tercatat ada 105 korban jiwa, berhasil dievakuasi.

(maa/maa)