Pimpinan DPRD Sulut Dipergoki Selingkuh Kader Golkar, Ini Kata DPP

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 17:08 WIB
Ilustrasi Bendera Golkar/Antarafoto
Ilustrasi bendera Golkar (Foto: dok. Antara Foto)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) James Arthur Kojongian dipergoki istri berselingkuh. Videonya viral di media sosial (medsos). James diketahui merupakan kader Partai Golkar. Apa kata DPP Golkar?

Ketua DPP Golkar Dave Laksono enggan berkomentar terlalu jauh terkait peristiwa tersebut. Dia tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga seseorang.

"Ini kan awalnya masalah rumah tangga, tetapi karena masuk media, jadi konsumsi nasional," kata Dave ketika dihubungi, Selasa (26/1/2021).

Dave mengatakan belum ada tindakan yang dilakukan oleh partai. Sebab, dugaan perselingkuhan tersebut belum terbukti, bahkan belum masuk ke ranah hukum.

"Bila ada laporan, baru diproses, apakah itu ke Mahkamah Partai Golkar atau ke Mahkamah Etik," ujarnya.

Sebelumnya, video wanita di Sulut menghadang mobil dan memergoki suaminya selingkuh viral di medsos. Belakangan, diketahui wanita itu bernama Michaela Paruntu.

Michaela merupakan istri Wakil Ketua DPRD Sulut dari Golkar James Arthur Kojongian. Terkait viralnya video Michaela menghadang hingga terseret mobil yang diduga dikemudikan James, polisi akan meminta klarifikasi.

"Untuk sementara belum ada laporan, karena menyangkut delik aduan. Kita sudah mau minta klarifikasi pihak-pihak yang terkait di sana. Jadi mungkin mohon waktu sedang dihubungi. Laporan belum ada," kata Kapolres Tomohon AKBP Bambang A Gatot saat dihubungi, Selasa (26/1).

Polisi mengatakan peristiwa yang videonya viral itu terjadi pada Senin (25/1) di wilayah Tumatangtang, Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara (Sulut).

Sejauh ini, polisi belum menerima laporan terkait peristiwa yang viral itu. Polisi akan meminta keterangan kepada pihak-pihak yang ada di video itu.

"Untuk sementara belum ada laporan, karena menyangkut delik aduan, kita sudah mau minta klarifikasi pihak-pihak yang terkait di sana. Jadi mungkin mohon waktu sedang dihubungi. Laporan belum ada," kata AKBP Bambang A Gatot.

(eva/jbr)