Rentetan Ledakan Kembali Terdengar di Negara-negara Teluk

Rentetan Ledakan Kembali Terdengar di Negara-negara Teluk

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Mar 2026 13:49 WIB
Kepulan asap menjulang ke udara setelah rentetan ledakan terdengar di area Manama, Bahrain, pada Sabtu (28/2) setelah AS-Israel menyerang Iran (dok. Reuters)
Kepulan asap menjulang ke udara setelah rentetan ledakan terdengar di area Manama, Bahrain, pada Sabtu (28/2) setelah AS-Israel menyerang Iran (dok. Reuters)
Abu Dhabi -

Rentetan ledakan kembali terdengar di berbagai kota yang ada di negara-negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain dan Kuwait, pada Senin (2/3) waktu setempat, saat Iran melancarkan serangan pembalasan terhadap negara-negara tetangganya yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS).

Serangan Iran ke negara-negara Teluk ini, telah memasuki hari ketiga sebagai respons terhadap serangan udara besar-besaran AS dan Israel yang dimulai sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Sejumlah wartawan AFP dan para saksi mata, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026), mengatakan mereka mendengar beberapa ledakan keras di area Abu Dhabi dan Dubai yang ada di UEA, kemudian juga di Doha, Qatar, lalu Manama di Bahrain dan Kuwait City di Kuwait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengeboman berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh Iran terhadap negara-negara Teluk telah mengguncang kawasan yang selama ini dianggap sebagai tempat perlindungan perdamaian dan keamanan di tengah pergolakan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan bahwa serangan Iran menewaskan sedikitnya satu orang. Kematian itu menjadi korban jiwa pertama di Bahrain sejak Iran mulai membalas serangan AS dan Israel pada akhir pekan.

Puing-puing rudal yang berjatuhan setelah dicegat sistem pertahanan di udara, sebut Kementerian Dalam Negeri Bahrain, telah memicu kebakaran di sebuah kapal asing di kota pelabuhan Salman. Kebakaran itu menewaskan satu pekerja dan melukai dua orang lainnya secara serius.

Di UEA, menurut laporan AFP, otoritas setempat melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 58 orang lainnya mengalami luka-luka sejak Iran melancarkan serangan pembalasannya pada akhir pekan. Ketiga korban tewas disebut berkewarganegaraan Pakistan, Nepal dan Bangladesh.

Sejak Sabtu (28/2) waktu setempat, di berbagai wilayah Teluk, sejumlah infrastruktur sipil dihantam serangan, mulai dari bandara dan pelabuhan hingga bangunan tempat tinggal dan hotel.

Total sedikitnya lima orang tewas di seluruh kawasan Teluk akibat serangan pembalasan Iran.

Garda Revolusi Iran (IRGC), dalam pernyataannya, mengumumkan serangan-serangan dilancarkan terhadap pangkalan-pangkalan AS yang ada di Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar sebagai pembalasan atas serangan Washington dan Tel Aviv.

Simak Video 'Menlu Iran: Kami Siap Diplomasi, Tapi Rekam Jejak AS Buruk':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads