Kronologi Kasus Dugaan Rasisme Ambroncius Nababan ke Natalius Pigai

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 12:40 WIB
Ambroncius Nababan.
Ambroncius Nababan. (Foto: Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Politikus Partai Hanura, Ambroncius Nababan (AN) dipolisikan ke Polda Papua Barat gegara postingan diduga rasis ke Natalius Pigai. Sekarang perkara ini diusut polisi.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan laporan diajukan oleh Ketua KNPI Papua Barat Situs Diwansiba. Laporannya diterima dengan nomor LP/17/I/2021/Papua Barat

Ambroncius dilaporkan gara-gara unggahan di Facebook. Akun Facebook bernama Ambroncius Nababan mengunggah foto Natalius yang disandingkan dengan foto gorila. Dia juga menuliskan kalimat.

"Edodoeee pace. Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies. Sa setuju pace," tulis Ambroncius.

Adam menuturkan KNPI Papua Barat mengecam sikap Ambroncius kepada Natalius. KNPI Papua Barat meminta agar kasus tersebut dapat diusut sampai tuntas.

"Adapun pernyataan sikap tersebut yakni mengecam keras sikap rasisme yang dilakukan oleh Sdra AN, menuntut kepolisian RI agar bertindak tegas dan cepat menangani persoalan ini dengan memberi hukuman sesuai UU yang berlaku dan memberi tenggang waktu sekitar 2 pekan terhitung dari tanggal pembuatan LP," tuturnya.

Polisi Diminta Usut Tuntas

Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menilai pernyataan Ambroncius tidak mencerminkan prinsip kebhinnekaan dan tak menghargai perbedaan suku, agama ras dan antargolongan.

Jaleswari menegaskan, berdasarkan aturan yang ada, tindakan diskriminasi dapat berbentuk menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang karena perbedaan ras dan etnis berupa tulisan atau gambar untuk ditempatkan, ditempelkan, atau disebarluaskan di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat dilihat atau dibaca orang lain.

"Polri sebagai aparat penegak hukum jangan ragu untuk melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini secara cepat dan tegas," ujar Jaleswari, Senin (25/1).

Terkait kasus Ambroncius Nababan yang diduga rasis ke Natalius Pigai, Jaleswari juga mengingatkan seluruh warga negara Indonesia bahwa tidak ada toleransi dan impunitas bagi siapapun yang bertindak diskrimatif atas dasar apapun, termasuk ras dan etnis.

Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) di Papua juga bersikap. KMB Papua mengutuk keras posting-an yang diduga rasis dari Ambroncius Nababan itu.

Ketua KMB Provinsi Papua Kenan Sipayung meminta seluruh warga Batak yang ada di Papua menjaga keamanan dan ketertiban. Dia mengatakan menyerahkan semua proses hukum terkait tindakan Ambroncius kepada aparat kepolisian.

"Mari kita berdoa agar seluruh masyarakat di Tanah Papua tetap bersatu padu. Mari kita saling menjaga dan tidak menambah panas situasi di lapangan sehingga kerukunan antarsuku di Papua tetap terjaga dengan selalu," ujarnya.

Ketua Pemuda Masyarakat Batak Provinsi Papua Makmur Nababan juga mengatakan tindakan Ambroncius Nababan adalah pribadi. Tindakan Ambroncius tidak ada kaitan dengan marga Nababan.

"Saya secara pribadi dan atas nama marga Nababan yang ada di Provinsi Papua dan Kota Jayapura, selaku Ketua Pemuda Masyarakat Batak, kami akan bersikap untuk melaporkan Saudara Ambroncius Nababan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses hukum," ujarnya.

Lalu Sekretaris II Dewan Adat Papua Jhon Gobay meminta masyarakat Papua tidak terprovokasi terkait kasus dugaan rasisme Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai. Dewan Adat Papua meminta pelaku rasisme segera diproses hukum.

"Kami tidak ada masalah dengan suku Batak karena kasus rasisme ini dilakukan oleh oknum bukan mengatasnamakan suku. Ini harus diproses secara hukum agar orang memahami etika dalam berkomunikasi melalui media sosial," kata Jhon Gobay.

Simak juga video 'Iklannya Berbau Rasis, Volkswagen Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]