Kapolda Gorontalo Minta Oknum Polisi Rekam Wanita Dilecehkan Dilimpahkan ke JPU

Ajis Khalid - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 09:57 WIB
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus.
Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus (Foto: Istimewa)
Gorontalo -

Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus geram dengan oknum polisi yang merekam wanita saat dilecehkan di dalam mobil oleh sejumlah pria. Akhmad meminta Kapolres Boalemo dalam waktu 5 hari berkas sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

"Bapak Kapolda berikan target lima hari kepada Kapolres Boalemo, yaitu hari Jumat, 29 Januari, berkas kasus perekaman video asusila yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Boalemo harus sudah dilimpahkan ke JPU," kata Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono, Selasa (26/1/2021).

Wahyu menjelaskan, respons cepat penanganan oknum anggota Polres Boalemo ini membuktikan Polda Gorontalo tidak membeda-bedakan dalam hal penegakan hukum.

"Apa yang ditegaskan Bapak Kapolda ini bagian dari implementasi Konsep Polri Presisi yang disampaikan calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI," ujar Wahyu.

"Responsibilitas dimaknai sebagai rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap, perilaku, dan responsif dalam pelaksanaan tugas yang secara keseluruhan ditujukan untuk menjamin kepentingan dan harapan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, sedangkan transparansi berkeadilan ini menjawab bahwa hukum berlaku sama, tidak tumpul di atas tajam ke bawah, artinya di saat ada keterlibatan oknum anggota dalam perbuatan pidana, maka kita tidak tutupi," sambungnya.

Wahyu menuturkan oknum polisi itu akan tetap diproses sesuai dengan ketentuan berlaku. Kapolda Gorontalo, lanjut Wahyu memberikan target 5 hari agar oknum polisi itu bisa segera disidangkan.

"Inilah yang dibuktikan oleh Bapak Kapolda dengan memberikan target selama lima hari terhadap kasus perekaman video bermuatan asusila tersebut segera dituntaskan dan diserahkan ke JPU," tegas Wahyu yang juga mantan Kapolres Bone Bolango.

Dia menambahkan, jika target tersebut tidak terpenuhi, akan ada evaluasi khususnya terhadap Kasat Reskrim yang menangani kasus tersebut.

Sebelumnya, Brigadir RM terancam dipecat dari Polri atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena merekam wanita saat dilecehkan di dalam mobil oleh sejumlah pria. Brigadir RM terancam dijerat Undang-Undang (UU) Pornografi serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Diketahui saat ini Brigadir RM telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Boalemo.

(idn/idn)