Pimpinan KPK: Tak Ada Radikalisme dan Taliban di KPK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 22:23 WIB
Komisi III DPR hari ini memulai uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi calon pimpinan KPK. Salah satu yang diuji adalah Nurul Ghufron.
Nurul Ghufron (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron angkat bicara mengenai isu 'Taliban di KPK'. Dia menegaskan tidak ada radikalisme dan Taliban di tubuh KPK.

"Selama satu tahun saya dan pimpinan KPK periode 2019-2023 memimpin KPK, kami pastikan tidak ada radikalisme dan Taliban di KPK seperti yang disebutkan," kata Ghufron kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Ghufron mengatakan, pada 2019, KPK juga pernah diterpa isu yang sama mengenai 'Taliban di KPK'. Namun kabar tersebut kembali diramaikan oleh pihak-pihak tertentu.

"KPK mencurigai diangkatnya isu tersebut adalah upaya pihak-pihak yang punya tujuan-tujuan tertentu, apa pun itu," ucap Ghufron.

Ghufron memastikan KPK akan tetap bekerja pada koridor hukum. KPK, kata Ghufron, akan selalu mengedepankan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas dalam penanganan perkara.

"Kami selalu terbuka atas kritik dan mengajak masyarakat mengawal setiap prosesnya," katanya.

Bantahan isu 'Taliban di KPK' juga disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Dia menegaskan isu tersebut tidak benar.

"Kemudian terkait isu radikal, Taliban, ini juga isu yang sudah dari tahun 2019 kalau nggak salah. Kita sudah pastikan dan tegaskan, bahkan dari lembaga mana itu yang menyampaikan, nggak ada di KPK itu unsur-unsur radikalisme atau Taliban itu," ujar Alex.

"Kalau Taliban dalam pengertian militan dalam melakukan pemberantasan korupsi, mungkin iya. Tapi kalau Taliban yang lain, mungkin hanya ada di Afganistan," tambahnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2