Polda Sulut: Korban Banjir Manado Mulai Terserang Sakit Kulit-Flu

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 19:48 WIB
Warga Manado yang menjadi korban banji mendatangi posko kesehatan. Sejumlah warga mulai mengidap penyakit.
Warga Manado mendatangi posko kesehatan. (Foto: dok. Istimewa)
Manado -

Polisi mengatakan warga Manado yang menjadi korban banjir mulai terserang berbagai jenis penyakit. Siang tadi, 57 warga berobat ke posko kesehatan di Tanjung Batu, Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

"Hari ini kembali kami lakukan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat pascabanjir. Di posko pelayanan kesehatan, Biddokes Polda Sulut bekerja sama dengan Dinkes Propinsi Sulut dan Yayasan Medika GMIM," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast kepada detikcom, Senin (25/1/2021).

Jules menuturkan 57 warga itu berobat pada pukul 11.00-14.00 Wita. Para korban mulai mengalami beragam penyakit.

"Macam-macam keluhannya, antara lain tinea pedis (kutu air), common cold (flu), mialgia (pegal-pegal), dermatitis (iritasi kulit), dan hipertensi (darah tinggi)," sambung Jules.

Jules menuturkan, selain bersiaga untuk memberikan pengobatan gratis, tim kesehatan gabungan mengadakan pembagian masker kepada warga yang berobat serta melakukan sosialisasi protokol kesehatan (prokes). Jules menjelaskan langkah penanganan terhadap pasien mulai pemeriksaan tekanan darah dan pemberian obat serta vitamin.

"Tadi dari Bidokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Sulut 6 personel, dari Dinkes Sulut 4 orang, dari Yayasan Medika GMIM 4 orang," ucap Jules.

Jules menerangkan, sejak banjir dan longsor terjadi di Manado, Jumat (22/1), Kapolda Sulut Irjen RZ Panca Putra memerintahkan seluruh personel kepolisian untuk memaksimalkan bantuan ke masyarakat. Jules menuturkan Irjen Panca langsung mengerahkan pasukan Brimob dan Polair untuk melakukan evakuasi di permukiman warga yang terendam banjir dan warga yang terisolasi akibat tanah longsor.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2