BNPB: 3 Orang Meninggal Akibat Banjir di Manado

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 00:26 WIB
Personel Brimobda Sulut menangani longsor dan korban banjir di Manado (Twitter @ppidbrimobsulut)
Foto: Personel Brimobda Sulut menangani longsor dan korban banjir di Manado (Twitter @ppidbrimobsulut)
Jakarta -

Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), kembali dilanda banjir akibat hujan yang terjadi terus-menerus. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang hilang dalam kejadian ini.

"Banjir mengakibatkan tiga warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Jumat (22/1/2021).

Raditya mengatakan korban telah dievakuasi. Saat ini petugas disebut masih melakukan proses identifikasi terhadap korban.

"BPBD masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi," kata Raditya.

Raditya mengatakan, saat ini listrik masih padam disebagian besar wilayah. BPBD juga disebut masih melakukan pemantauan rumah warga yang terendam untuk mengetahui kerugian material yang terjadi.

"Kondisi saat ini, listrik di Sebagian besar wilayah masih padam dan jaringan telepon selular tidak stabil untuk operator tertentu," kata Raditya.

"Sedangkan kerugian material, BPBD memantau rumah warga terendam dan beberapa titik longsor. Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 cm. BPBD masih melakukan kaji cepat di lapangan," sambungnya.

Disebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado mencatat hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air di daerah aliran sungai (DAS) Sawangan dan Tondano meluap. Berdasarkan data BPBD setempat pada pukul 21.00 WIB, delapan kecamatan di Kota Manado terdampak banjir.

Kedelapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting dan Singkil.

Raditya menyebutkan, evakuasi dan pendataan terhadap waraga yang terdampak telah dilakukan. Evakuasi disebut terkendala dengan banyaknya genangan air di ruas jalan.

"Merespon bencana ini, BPBD Kota Manado bersama unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan melakukan evakuasi warga dan pendataan. Saat melakukan evakuasi di lapangan, petugas membutuhkan perahu karet dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan," pungkasnya.

(dwia/knv)