Legislator PKB Setuju Eks HTI Dilarang Maju Pemilu: Konsekuensi Hukum

Eva Safitri - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 19:43 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Luqman Hakim.
Luqman Hakim (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Luqman Hakim setuju mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang maju pemilu, baik pileg, pilpres, maupun pilkada. Menurut Luqman, tujuan politik HTI tidak sesuai konstitusi.

"Tujuan politik HTI sama persis dengan komunisme, yakni menciptakan kekuasaan politik internasional yang akan merobohkan bangunan negara-bangsa," kata Luqman kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Luqman menyebut sepak terjang HTI berhubungan dalam aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air. Menurutnya, HTI dibubarkan karena ingin mengganti dasar negara.

"Sepak terjang HTI di Indonesia, meski tidak secara terang menggunakan pendekatan kekerasan dan senjata, tapi memiliki benang merah yang kuat dengan beberapa aksi terorisme, sejak peristiwa pengeboman beberapa gereja di Jakarta tahun 2000, Bom Bali, hingga aksi-aksi terorisme akhir-akhir ini," ujarnya.

"Secara resmi pemerintah telah membubarkan dan melarang HTI karena ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara. Sebagai organisasi terlarang, posisi HTI sama dengan PKI, yang juga telah dibubarkan dan dilarang hidup di Indonesia," lanjut Luqman.

Oleh karena itu, Luqman mengatakan mantan anggota HTI tidak berhak maju pemilu. Anggota Komisi II DPR itu menegaskan para mantan anggota HTI harus menanggung konsekuensi.

"Karena itu, eks HTI harus dilarang maju pada pileg, pilpres, pilkada, menjadi PNS, TNI, Polri, dan lain-lain, sama persis perlakuan negara ini terhadap eks PKI. Kalau eks organisasi terlarang, tentu anggota-anggotanya harus menanggung konsekuensi politik dan hukum," tuturnya.

Larangan eks anggota HTI maju pemilu tertuang dalam draf RUU Pemilu. Simak di halaman berikutnya.