Polisi Periksa 6 Petugas Bea Cukai terkait Tewasnya Pengusaha Kepri

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 16:30 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Pekanbaru -

Polda Riau masih mendalami kasus tertembaknya pengusaha asal Batam, Haji Permata. Kini polisi memeriksa enam orang petugas Bea-Cukai yang ikut dalam penggerebekan rokok ilegal.

"Enam petugas Bea-Cukai Tembilahan hari ini datang, sedang menjalani pemeriksaan," terang Direktur Ditreskrimum Polda Riau Kombes Teddy Ristiawan kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Keenam petugas Bea-Cukai datang setelah sempat tak hadir pada panggilan pertama. Tak hadirnya keenam petugas itu disebut karena sedang diperiksa internal di Kantor Ditjen Bea-Cukai di Jakarta.

"Hari ini mereka diperiksa sebagai saksi," sambung Teddy.

Sebelumnya, keluarga Haji Permata melaporkan Bea-Cukai ke Polda Kepulauan Riau (Kepri). Isi laporan ialah dugaan pembunuhan terhadap Haji Permata di perairan Tembilahan, Indragiri Hilir.

"Dari surat tanda terima laporan, itu melaporkan ada dugaan tindak pidana pembunuhan. Pelapornya Bapak Arjuna, kalau tidak salah ini anak almarhum. Terlapornya Bea-Cukai," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt, Sabtu (16/1).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau juga telah buka suara menanggapi kabar penembakan pengusaha di Kepri oleh pihaknya. Bea-Cukai Kepri mengatakan kasus ini berawal dari patroli soal penyelundupan rokok ilegal.

Insiden berawal dari pengejaran terhadap kapal yang diduga menyelundupkan rokok ilegal oleh Satgas Patroli Laut Bea-Cukai Wilayah Khusus Kepri dan Bea-Cukai Tembilahan, Jumat (15/1). Saat pengejaran, terjadi perlawanan sehingga petugas melepas tembakan.

"Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam, petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea-Cukai," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat.

Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polda Riau. Polisi telah memeriksa saksi-saksi, termasuk Kepala Bea Cukai Tembilahan dan Kasi Penindakan Bea-Cukai Karimun, Gunar, terkait kasus ini.

Tonton juga 'Detik-detik Penyergapan Selundupan Rokok Bodong Berkedok Vaksin':

[Gambas:Video 20detik]

(ras/knv)