Sidang Praperadilan Keluarga Laskar FPI yang Tewas Kembali Ditunda

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 14:26 WIB
Jakarta -

Untuk kedua kalinya sidang pembacaan permohonan praperadilan yang diajukan keluarga salah satu laskar FPI yang tewas ditembak dalam peristiwa Km 50 Tol Jakarta-Cikampek kembali ditunda. Hakim tunggal Siti Hamidah menunda sidang karena pihak Bareskrim Polri sebagai termohon tidak hadir.

"Sampai saat ini termohon tidak hadir, sidang tidak bisa dilanjutkan. Dengan demikian, sidang ditunda sampai hari Senin, tanggal 1 Februari 2021, dan memerintah pemohon untuk hadir tanpa harus diundang lagi dan mengundang termohon untuk hadir," kata Siti Hamidah dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2021).

Pihak pemohon merupakan keluarga dari laskar FPI yang bernama dari M Suci Khadavi Putra. Permohonan praperadilan itu terkait barang pribadi milik Khadavi yang disita polisi.

Permohonan itu terdaftar dengan nomor registrasi 154/Pid.Pra/2020/PN.JKT.SEL. Sebagai termohon dalam gugatan ini adalah NKRI cq Pemerintah Negara RI cq Kepala Kepolisian RI cq Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI.

Sidang praperadilan perdana awalnya dijadwalkan 11 Januari 2021. Namun lantaran pihak termohon dari Bareskrim berhalangan hadir, sidang ditunda selama 2 pekan pada 25 Januari 2021.

Seusai sidang, kuasa hukum termohon, Rudy Marjono, menyebut tidak mengetahui alasan ketidakhadiran pihak termohon. "Sampai sidang kedua ini tidak ada, karena bahasa mereka hanya belum siap," kata Rudy.

Rudy berharap termohon hadir pada panggilan ketiga. Namun dia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada majelis hakim terkait kebijakan apabila termohon tetap tidak hadir pada panggilan ketiga.

"(Panggilan ketiga) Info yang kami dapat kemungkinan mereka siap (hadir), termohon siap, cuma masalahnya yang menjadi pertanyaan bilamana sampai panggilan ketiga mereka tidak hadir apakah nanti akan diputus verstek oleh majelis atau ditinggal, atau bagaimana ini juga tergantung putusan majelis," ujar Rudy.

"Karena sudah dua kali ini dan tiga kali besok kalau sudah patut dan dianggap panggilan patut kalau mereka tetap belum bisa hadir bisa jadi nanti hakim akan memutuskan apakah sidang diperiksa langsung atau tanpa kehadiran termohon atau bagaimana tergantung kebijakan majelis," tambahnya.

Sidang pada 1 Februari 2021 nanti juga berbarengan dengan penundaan sidang perdana praperadilan terkait penangkapan Khadavi bernomor registrasi 158/Pid.Pra/2020/PN.JKT.SEL. Rudy pun menyebut kemungkinan sidang itu dibarengkan dengan sidang praperadilan terkait sah atau tidaknya penyitaan barang pribadi milik Khadavi.

"Bisa jadi nanti termohon siap karena bersamaan dengan perkara 158 ya terkait penangkapan mungkin dibarengkan ya. Sempat dari rekan kami ada yang komunikasi dengan pihak Bareskrim karena sekalian saja sidangnya tanggal 1 (Februari) ya, karena yang 158 tanggal 1 (Februari) juga ditundanya," pungkas Rudy.

(mae/mae)