Bertemu Warga Adat Besipae, Kapolda NTT: Situasi Makin Kondusif

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 23:42 WIB
Kapolda NTT melakukan dialog dengan warga
Foto: Kapolda NTT melakukan dialog dengan warga (dok. Istimewa)
Kupang -

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Lotharia Latif mengatakan situasi di Besipae, Timor Tengah Selatan (TTS) semakin kondusif pascasengketa lahan dengan Pemprov NTT yang sempat viral di media sosial. Masyarakat kini membuat kerajinan kain tenun untuk dijual, usai meninggalkan lahan sengketa.

"Kehidupan di Besipae semakin kondusif dan normal kembali. Yang paling penting setidaknya sekarang konflik horizontal di tengah masyarakat tidak terjadi lagi," kata Latif kepada detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Latif mengatakan dia mengundang ibu-ibu dari Besipae ke Polres TTS tadi pagi. Latif menuturkan mereka bercerita ada yayasan yang memberi modal kepada warga untuk memproduksi kain tenun.

"Saya undang mereka ke Polres TTS karena mendengar mereka sekarang ini membuat kerajinan tenun. Ibu-ibu yang dulu berkonflik (dengan Satpol PP NTT-red) sekarang sudah tenang. Ada yang memberi mereka modal produksi kain tenun," tutur Latif.

Latif mengaku tujuannya mendatangi warga adat untuk mendengar keluh kesah mereka. Dia juga ingin membuat masyarakat merasa diperhatikan.

"Sengaja (datang-red), saya juga mau mendengar keluh kesah mereka dan mengecek kondisi warga terkini," ucap Latif.

Latif kemudian memborong kain tenun buatan warga. Hal itu, katanya, sebagai wujud kepedulian dan dukungan Polri terhadap kegiatan positif warga.

"Saya membeli produk-produk mereka sebagai wujud Polri peduli dan senang karena ibu-ibu atau masyarakat Besipae bisa punya aktivitas positif, yang bisa menghasilkan pendapatan dari hasil keterampilannya," ungkap Latif.

Latif bersyukur, masyarakat Besipae tetap semangat produktif di tengah pandemi COVID-19. Dia pun berharap masalah sengketa lahan antara masyarakat dengan Pemprov NTT tak lagi menimbulkan konflik seperti sebelumnya.

"Mendorong pada masa COVID-19 ini untuk tidak ada lagi konflik-konflik yang malah menyusahkan masyarakat," ujar mantan Kakorpolairud Baharkam Polri ini.

Ibu-ibu desa adat Besipae pun menjajakan hasil kerajinannya pada Latif. Latif memborong 4 lembar kain tenun berukuran besar, 9 lembar kain tenun berbentuk selendang, 8 buah kantong handphone dab 8 lembar kain tenun berbentuk taplak meja.

Selanjutnya
Halaman
1 2