Elite PPP Minta Polri Tak Berlebihan Respons TP3 6 Laskar FPI

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 18:53 WIB
Politikus PPP, Arsul Sani
Foto: Arsul Sani (Rahel/detikcom).
Jakarta -

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 Laskar FPI oleh Amien Rais cs mengkritik penanganan Polri dan Komnas HAM. Elite PPP Arsul Sani menyebut apa yang disampaikan TP3 berdasarkan keyakinan saja.

"Apa yang disampaikan oleh TP3 terkait meninggalnya 6 laskar FPI itu sebuah sisi pandang dari sekelompok warga negara berdasarkan informasi dan keyakinan," kata Arsul kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Menurut anggota Komisi III DPR RI ini, Polri tak perlu berlebihan merespons pernyataan TP3 Amien Rais dkk. Sebab, kata Arsul, masyarakat saat ini cukup matang membandingkan penyataan satu dengan yang lainnya.

"Kita anggap pandangan sekelompok masyarakat yang biasa saja di sebuah negara demokrasi seperti kita ini. Tidak usah pula Polri meresponsnya berlebihan. Apalagi masyarakat kita ini juga semakin matang untuk membandingkan sisi pandang yang satu dengan yang lainnya," ujarnya.

Arsul menyinggung pernyataan yang berdasarkan keyakinan dengan penyelidikan yang dilakukan secara mendalam. Dari situ, kata Arsul, masyarakat mudah memilih pernyataan sesuai nalar mereka.

"Apa lagi kalau dasar pandangannya berdasarkan berbeda, misalnya pandangan yang satu berdasarkan keterangan atau informasi yang belum diselidiki di lapangan saja, sementara ada pandangan lain yang berdasarkan penyelidikan berhari-hari yang mendalam dengan mengumpulkan bukti serta keterangan para saksi. Tentu dari sisi ini saja, bagi mereka yang melihatnya dari nalar yang wajar mudah untuk lebih mengikuti pandangan yang mana," imbuhnya.

"Saya sendiri tidak mengambil keterangan polisi yang disampaikan Kapolda Metro Jaya sebagai sudut pandang yang saya ikuti. Bagi saya, apa yang dikemukakan oleh Komnas HAM lebih layak untuk kita jadikan pegangan paling sementara terkait dengan peristiwa di Km 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek tersebut. Karena apa yang disimpulkan oleh Komnas HAM berdasarkan penyelidikan dan ditarik kesimpulan berdasarkan alat bukti temuan di lapangan dan keterangan saksi, bukan berdasarkan informasi atau keterangan yang belum diselidiki kebenarannya," tambahnya.

TP3 sebelumnya menilai insiden tewasnya 6 laskar FPI merupakan pelanggaran HAM berat. Sebab, TP3 menilai penyerangan 6 laskar FPI dilakukan secara sistematis.

"TP3 menyatakan bahwa pembunuhan 6 laskar FPI oleh aparat negara tidak sekadar pembunuhan biasa dan dikategorikan sebagai pelanggaran Ham biasa sebagaimana dinyatakan oleh Komnas HAM," kata Anggota TP3, Marwan Batubara, saat jumpa pers di Hotel Century, Kamis (21/1).

"Kami dari TP3 dengan ini menyatakan bahwa tindakan aparat negara yang diduga melakukan pengintaian, penggalangan opini, penyerangan sistemik, penganiayaan, dan penghilangan paksa sebagian barang bukti merupakan kejahatan kemanusiaan, sehingga dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat, dalam bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan," lanjut Marwan.

(rfs/gbr)