Kristen Gray Diterbangkan dari Bali ke Jakarta, Besok Dideportasi ke AS

Angga Riza - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 20:03 WIB
Kristian Gray diberangkatkan dari Bali menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta malam ini (dok Istimewa)
Kristen Gray diberangkatkan dari Bali menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta malam ini. (Foto: dok. Istimewa)
Denpasar -

Warga negara (WN) asal Amerika Serikat (AS), Kristen Antoinette Gray, diberangkatkan dari Bali menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta malam ini. Gray akan dideportasi ke negara asalnya besok pagi.

"Iya artinya malam ini menuju Jakarta. Deportasi dari Jakarta besok," kata Humas Kemenkum HAM Bali I Putu Surya Dharma saat dihubungi detikcom, Rabu (20/1/2021).

Gray akan terbang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pukul 21.00 Wita malam ini. Dari foto yang diterima, terlihat Gray sudah mulai boarding.

"Jam 21.00 Wita (dari Bandara Ngurah Rai Bali). Besok pagi (dari Jakarta ke AS). Pagi (penerbangan), tapi untuk (jam) pastinya saya belum lihat tiket soalnya," ujar Surya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Bali memberikan sanksi terhadap Kristen Gray berupa pendeportasian deportasi dari Indonesia. Kristen diduga telah melanggar ketentuan keimigrasian Indonesia.

"Tindak lanjut, WN Amerika atas nama Kristen Antoinette Gray dikenakan tindak pidana keimigrasian berupa pendeportasian atau pengusiran sebagaimana tersebut Pasal 75 ayat 1 dan ayat 2 huruf f UU 6/11 tentang Keimigrasian," kata Kakanwil Kemenkum HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, dalam jumpa pers di Denpasar, Selasa (19/1).

Kemenkum HAM Kanwil Bali menyebutkan ada 4 pelanggaran yang dilakukan oleh Kristen Gray. Berikut ini 4 poin pelanggaran Kristen Gray:

1. Kristen Gray menyebut tinggal di Bali penuh kenyamanan, sebab tidak pernah dipermasalahkan soal pajak dan urusan keimigrasian.

2. Gray telah menyebarkan informasi Bali LGBTQF (queer friendly).

3. Gray membuat kampanye palsu karena menyebut akses ke Indonesia saat masa pandemi COVID-19 mudah. Pernyataan tersebut bertentangan dengan Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 nomor 2/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional dalam Masa Pandemi COVID-19 serta Surat Edaran Ditjen Imigrasi tentang Pembatasan Sementara Masuknya Orang Asing di Wilayah Indonesia dalam Masa Pandemi COVID-19.

4. Gray diduga melakukan kegiatan bisnis penjualan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata Bali sehingga dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 122 huruf a UU 6/2011 tentang Keimigrasian.

(jbr/jbr)