Meski Pandemi, Realisasi APBD Kota Semarang 2020 Capai 97,93%

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 19:39 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Meski dihadapkan berbagai tantangan di masa pandemi, Pemerintah Kota Semarang tetap mengoptimalkan pelayanan dan program pembangunan bagi masyarakat di Kota Semarang.

Komitmen tersebut terlihat dari capaian realisasi fisik anggaran pembangunan Kota Semarang tahun 2020 yang mencapai 97,93%, lebih tinggi dari serapan anggaran tahun 2019 yang sebesar 93,71%.

Terkait hal ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengapresiasi jajarannya yang telah berupaya melakukan sejumlah penyesuaian kinerja sehingga dapat tetap maksimal dalam memanfaatkan anggaran untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya, hal ini juga membuktikan konsistensi Pemkot Semarang dalam mewujudkan berbagai program.

"Saya tentu saja berterima kasih kepada sedulur-sedulur, yang terus berupaya di tengah pandemi, dan berhasil menjaga tren positif pada tahun - tahun sebelumnya, meski dihadapkan pada tantangan yang luar biasa," ujar pria yang akrab disapa Hendi dalam keterangan tertulis, Rabu (20/01/2020).

Soal serapan anggaran pembangunan, Hendi menjelaskan pihaknya juga mampu menjaga tren positif. Pasalnya, di tahun 2020 serapan anggaran Pemkot Semarang mencapai 93,1%, yakni lebih tinggi dari tahun 2019 yang di angka 92,29%.

Menurut Hendi, pencapaian ini patut diapresiasi, mengingat pada indikator yang sama, di tingkat provinsi dan nasional justru terjadi penurunan. Seperti halnya di Provinsi Jawa Tengah, yang pada tahun 2019 berhasil mencatatkan capaian 77,31%, namun pada tahun 2020 turun di angka 57,21%.

Sementara itu, capaian di tingkat nasional yang semula 86,65% di 2019, justru turun menjadi 67,59% pada tahun 2020. Oleh karena itu, Hendi berharap agar seluruh pihak tetap dapat konsisten dalam bertugas.

"Sehingga ketika memasuki tahun 2021 kita masih dihadapkan pada situasi pandemi yang belum berakhir, saya tetap menaruh harapan besar sedulur - sedulur dapat terus konsisten dalam melaksanakan tugas pengabdiannya," harapnya.

Di sisi lain, Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Semarang, Widoyono mengatakan ada tiga hal besar yang menjadi dampak pandemi terhadap sektor keuangan Pemkot Semarang. Ketiganya yakni penurunan pendapatan, APBD dan refocussing anggaran 2020.

Lebih lanjut ia menyampaikan adanya fokus anggaran pada penanganan COVID, berbagai anggaran pembangunan infrastruktur pun dialihkan pada penanganan pasien dan pencegahan COVID. Anggaran juga berfokus pada penyiapan SDM, kesehatan, serta sarana prasarana kesehatan.

Meskipun demikian, Widoyono menjelaskan hal tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kinerja Pemkot Semarang.

"Terbukti serapan fisik kita (Pemerintah Kota Semarang) yang cukup besar jika dibanding Nasional dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan dalam menjaga capaian dan kinerja ini, Pemkot Semarang rutin menggelar Rapat Koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA). Rapat tersebut diadakan setiap bulan dan dipimpin langsung oleh Hendi.

"Alhamdulillah, meski dengan sistem kerja work from home (WFH), rapat online dan berbagai kegiatan adaptif di masa pandemi, namun hal tersebut tak mengurangi capaian kinerja dan pembangunan yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Semarang," pungkasnya.

(ega/ega)