Bupati Minta Polisi Berantas Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 12:44 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Meulaboh -

Bupati Aceh Barat Ramli MS meminta aparat penegak hukum di Aceh Barat segera menghentikan aktivitas tambang liar dan ilegal yang beroperasi di sejumlah kecamatan di daerah ini. Ramli mengatakan ribuan hektare lahan hutan rusak akibat tambang emas liar itu.

"Saya meminta kepada aparat penegak hukum di Aceh agar segera menghentikan aktivitas tambang emas ilegal yang ada di Aceh Barat. Aktivitas ilegal ini sudah sangat meresahkan dan merusak kelestarian lingkungan," kata dia di Meulaboh, Rabu (20/1/2021), seperti dilansir Antara.

Adapun lokasi yang selama ini disinyalir sebagai lokasi penambangan emas ilegal, kata dia, di antaranya Kecamatan Sungai Mas, Kecamatan Panton Reue, serta Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Ia mengakui, sesuai laporan dan informasi yang ia terima, saat ini terdapat seratusan ekskavator yang beroperasi di setiap kecamatan di daerah itu.

Alat berat penambang liar itu, kata dia, selama ini terus dioperasikan dan sangat merusak lingkungan. Hutan yang berperan menahan air telah rusak dan potensi banjir serta longsor semakin besar.

"Untuk itu, saya meminta kepada aparat penegak hukum agar jangan segan-segan memberantas tambang ilegal yang ada di Aceh Barat," kata dia.

Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendukung penuh penghentian penambangan liar itu. "Apabila ada pihak-pihak yang mem-back-up tambang emas liar ini, saya juga akan melaporkan masalah kerusakan lingkungan ini kepada pemerintah pusat di Jakarta," kata dia.

Di sisi lain, ia juga berterima kasih kepada Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh dan kalangan mahasiswa yang peduli dengan keselamatan lingkungan di Aceh Barat.

Bagaimana data Walhi soal kerusakan hutan lindung di Aceh Barat akibat tambang emas ilegal? Simak halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2