Round-Up

Benturan 2 Kapal Saat Evakuasi Korban Sriwijaya Air Berujung Sobekan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 21:39 WIB
Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, kembali dilanjutkan. Ini merupakan hari ke-4 pencarian pesawat tersebut.
Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pencarian dan evakuasi Sriwijaya Air SJ182 berkode registrasi PK-CLC diwarnai insiden. Dua kapal berbenturan di laut Jakarta dan salah satunya mengalami sobek.

Pencarian dilakukan di perairan Kepualauan Seribu sekitar Pulau Laki. Gelombang tinggi bulan Januari mengombang-ambingkan bahtera yang tengah digunakan untuk tugas mulia.

Adalah Kapal Negara (KN) SAR Wisnu yang ikut dalam misi pencarian Sriwijaya Air yang mengalami benturan. Kapal itu menjadi tempat peristirahatan penyelam yang mencari korban dan barang-barang dari pesawat nahas itu.

KN SAR Wisnu mengalami benturan. Akibatnya, kapal itu sobek. Posisi sobekannya berada 3 meter di atas permukaan air. Apakah air bisa masuk ke kapal lewat sobekan itu?

"Ini benturan. Kalau tabrakan itu bisa menyebabkan tenggelam. Ini benturan dan ada sobek memang di bagian KN Wishnu, tapi sobeknya saya belum bisa memastikan karena belum ada laporan. Yang jelas sobeknya itu di atas 3 meter di atas permukaan air, artinya kapal itu tidak mengganggu operasional, tetap bisa operasional. Kecuali kalau udah sangat dekat dengan air," ujar Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS (Foto: Azhar/detikcom)Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS (Azhar/detikcom)

Rasman menduga benturan itu terjadi akibat gelombang tinggi. Kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) itu berbenturan dengan kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla).

"Benturan karena faktor ombak," kata Rasman di JICT 2, Priok, Jakarta Utara.

Selanjutnya, peran KN SAR Wisnu di misi ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2