Level Siaga hingga Waspada, Ini Peta Status Gunung Berapi di Indonesia

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 13:42 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Gunung Anak Krakatau Siaga (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Ilustrasi gunung (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Bencana alam terjadi di berbagai wilayah di Tanah Air, mulai gempa bumi, banjir, longsor, hingga erupsi gunung berapi. Berikut ini sejumlah peta status gunung berapi di beberapa tempat Tanah Air.

Dikutip dari laman resmi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, per 19 Januari ada sejumlah gunung berapi yang menunjukkan aktivitasnya, dari yang tingkat Siaga dan Waspada. Berikut ini daftarnya:

-Gunung Api Ili Lewotolok (Lembata, Nusa Tenggara Timur)
Tingkat aktivitas level III (Siaga) sejak 29 November 2020 pukul 13.00 Wita. Peningkatan status tingkat aktivitas ini dilatarbelakangi oleh adanya erupsi pada 27 November 2020.

Badan Geologi mencatat melalui rekaman seismograf pada 18 Januari tercatat 36 kali gempa letusan atau erupsi. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok dan di dalam area sektoral di arah tenggara sejauh 4 km dari puncak G Ili Lewotolok hingga ke pantai.

Desa yang masih berpotensi terlanda ancaman bahaya erupsi G. Ili Lewotolok saat ini adalah Desa Jontona karena masih berada di dalam area 4 km dari puncak/kawah ke arah tenggara.

-Gunung Api Merapi (DIY dan Jawa Tengah)
Tingkat aktivitas Level III (Siaga) sejak 5 November 2020 pukul 12.00 WIB. Gunung Api Merapi (2.968 mdpl) mengalami erupsi tidak menerus. Letusan terakhir terjadi pada 21 Juni 2020 dengan tinggi kolom erupsi 6.000 m di atas puncak. Warna kolom abu teramati kelabu.

-Gunung Api Sinabung (Sumatera Utara)
Tingkat aktivitas diturunkan menjadi level III (Siaga) sejak 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB. Gunung Api Sinabung (2.460 mdpl) mengalami erupsi sejak 2013.

-Gunung Api Karangetang (Sulawesi Utara)
Tingkat aktivitas level III (Siaga). Gunung Karangetang (1.784 mdpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018. Erupsi terakhir terjadi pada tanggal 29 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 100 m di atas puncak.

-Gunung Api Semeru (Jawa Timur)
Tingkat aktivitas level II (Waspada). Gunung Semeru (3.676 mdpl) mengalami erupsi tidak menerus. Erupsi ekplosif dan efusif, menghasilkan aliran lava ke arah lereng selatan dan tenggara, serta lontaran batuan pijar di sekitar kawah puncak.

-Gunung Api Anak Krakatau (Lampung)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada), sejak 25 Maret 2019. Gunung Anak Krakatau (157 mdpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Erupsi terakhir terjadi pada 17 April 2020 dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Rekomendasi masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

Selanjutnya
Halaman
1 2