10 Alasan MK Kategorikan Ganja Hidroponik sebagai Pohon dan Kena UU Narkotika

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 10:19 WIB
ganja
Ilustrasi ganja (Thinkstock)

Kasus bermula saat Ardian Aldiano ditangkap aparat kepolisian karena menanam ganja hidroponik di rumahnya. Ardian berdalih menanam ganja hidroponik untuk kesehatan karena menderita epilepsi. Tanaman ganja yang diamankan polisi yaitu:

1. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 27 cm
2. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 40 cm
3. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 27 cm
4. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 30 cm
5. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 37 cm
6. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 28 cm
7. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 34 cm
8. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 36 cm
9. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 3 cm
10. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 3 cm
11. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 3 cm
12. Pohon ganja dengan 12 tinggi tanaman 3 cm
13. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 3 cm
14. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 6 cm
15. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 6 cm
16. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 6 cm
17. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 8 cm
18. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 8 cm
19. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 9 cm
20. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 14 cm
21. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 11 cm
22. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 13 cm
23. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 12 cm
24. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 12 cm
25. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 15 cm
26. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 13 cm
27. Pohon ganja dengan tinggi tanaman 13 cm

Kasus pun bergulir ke pengadilan. Pada 16 November 2020, PN Surabaya menjatuhkan hukuman ke Ardian selama 6 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan.

Ardian tidak terima dan mengajukan judicial review ke MK. Menurut Ardian, harusnya ganja yang dilarang adalah pohon ganja dengan ketinggian di atas 1,5 meter. Adapun untuk kategori hidroponik, tidak bisa dikategorikan sebagai pohon.

Oleh sebab itu, Ardian meminta MK mendefinisikan ulang arti pohon dalam Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2. Pasal 111 ayat 2 berbunyi:

Dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Adapun Pasal 114 ayat 2 berbunyi:

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Tapi MK menolak argumen Ardian.

Halaman

(asp/ibh)