Terkendala Dokumen, Developer Perumahan di Cimanggung Absen Pemeriksaan Polisi

Muhammad Rizal - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 00:12 WIB
Konferensi pers ditutupnya operasi SAR longsor Cimanggung Sumedang
Foto: Konferensi pers ditutupnya operasi SAR longsor Cimanggung Sumedang (Muhammad Rizal/detikcom)
Sumedang -

Polisi mengatakan pihaknya telah memanggil pihak pengembang atau developer perumahan di Cimanggung, pascalongsor di wilayah tersebut. Namun pihak developer belum dapat memenuhi panggilan dengan alasan dokumen belum lengkap.

"Untuk developer dari Perumahan Pondok Daud, informasi awal katanya ada bagian marketing ada yang ikut tertimbun. Namun, setelah ditelusuri, yang bersangkutan tidak berada di lokasi. Artinya selamat. Yang bersangkutan sedang berada di Bandung, sehingga pemanggilan kami lakukan," kata Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto di Posko Bencana Cimanggung, Sumerdang, Jawa Barat pada Senin (18/1/2021) malam.

Eko menuturkan pihak developer perumahan, baik PT Satria Bumintara Gemilang (SBG) dan Perumahan Pondok Daud belum ada yang memenuhi panggilan penyidik. Alasannya, lanjut Eko, kedua pengembang ini masih menyiapkan dokumen terkait perumahan itu.

"Orang tertentu ini akan dilakukan pemanggilan. Namun pada Jumat (15/1) kemarin karena dokumennya itu belum lengkap, jadi mereka belum datang ke Polres. Dijadwalkan kembali Senin," jelas Eko.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan penyelidikan akan dilakukan dengan bantuan ahli yang sama dengan ahli yang membantu Pemerintah Sumedang dalam menjelaskan kondisi geologi lokasi longsor di Cimanggung. Eko kemudian menuturkan pihaknya akan menentukan kasus ini naik atau tidak ke tahap penyidikan usai memeriksa developer perumahan.

"Tinggal menunggu keterangan pengembang, apakah kasusnya nanti layak dinaikan ke penyidikan atau tidak," ucap Eko.

Seperti diketahui, proses pencarian korban longsor di Cimanggung secara resmi dihentikan pada malam ini. Tercatat bencana tanah longsor Cimanggung memakan 40 korban jiwa.

Sebelumnya longsor awal terjadi pada Sabtu (9/1) sore. Ketika itu dilaporkan belasan rumah rusak berat dan 8 orang menghilang karena diduga tertimbun longsor.

Pada malam harinya, terjadi longsor susulan yang tak hanya menelan korban warga sipil, namun juga beberapa petugas yang sedang melakukan evakuasi korban.

(aud/aud)