Walkot Semarang soal PPKM: agar Masyarakat Terbiasa Lebih Disiplin

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 21:14 WIB
Pemkot Semarang
Foto: dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Selama seminggu berjalannya pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Semarang, masih ditemui berbagai pelanggaran baik individu maupun dari para pelaku usaha. Dalam rapat evaluasi PKM Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merinci setidaknya terdapat 1.598 pelanggaran selama PKM di Kota Semarang.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Semarang yang bekerja sama dengan TNI-Polri telah menyegel setidaknya 115 unit usaha. Pria yang akrab disapa Hendi ini mengatakan tindakan tegas tersebut dilakukan sebagai upaya menekan persebaran COVID-19 yang saat ini telah mencapai angka positif sebanyak 1000 orang.

Hendi mengaku sadar bahwa upaya pengetatan yang berlaku dapat berdampak pada perekonomian di Kota Semarang. Meski demikian Ia menilai upaya tersebut harus dijalani supaya masyarakat dapat lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kita tahu bahwa pada PPKM ada pembatasan jam buka pusat perbelanjaan, juga pembatasan pelayanan restoran, peningkatan persentase karyawan bekerja dari rumah (work from home) dan lain sebagainya. Semua itu bertujuan agar masyarakat bisa terbiasa lebih disiplin," jelas Hendi dalam keterangan tertulis, Senin (18/1/2021).

Hendi berharap upaya pengetatan PKM ini dapat selesai pada tanggal 25 Januari 2021 dan tidak memerlukan kebijakan sejenis di kemudian hari. Oleh karena itu Ia berpesan kepada masyarakat agar menaati kebijakan yang berlaku. Harapannya, langkah ini dapat secara maksimal menekan angka COVID-19 di Kota Semarang.

"Kita sangat berharap PPKM dapat memperbaiki situasi kesehatan, dan tidak sampai diterapkan lagi di masa mendatang. Secara sosial ekonomi kita harus membayar lebih mahal lagi kalau ini sampai berulang-ulang," ujar Hendi.

Hendi mengaku hingga saat ini belum dapat memutuskan apakah pengetatan PKM akan berlanjut atau berakhir pada 25 Januari 2021. Hal ini mengingat masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan masyarakat serta unit usaha selama pengetatan PKM dilakukan. Untuk itu ia menyampaikan akan terus melakukan pemantauan terhadap jalannya PKM seminggu ke depan. Ia berharap PKM ini dapat menurunkan angka kasus dan jumlah total penderita COVID 19.

"Ini evaluasi baru satu minggu, maka kita akan melihat seminggu berjalan ini. Kalau semakin hari semakin banyak yang tertib dan berdisiplin, angkanya juga semakin menurun, maka akan kita longgarkan lagi," pungkasnya.

(prf/ega)