Otoritas Bandara Soetta: Menhub Minta Pemalsuan Swab Test Diusut Tuntas

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 17:44 WIB
Polresta Bandara Soetta Tangkap 15 Pemalsu Surat Swab Test
Polresta Bandara Soetta Tangkap 15 Pemalsu Surat Swab Test (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap sindikat pemalsu surat swab test. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta agar kasus tersebut diusut tuntas.

"Menhub sangat apresiasi, janganlah terulang lagi. Selidik dan carilah sampai tuntas terhadap hal-hal seperti ini sehingga merugikan, siapa pun akan dirugikan. Dan nantinya siapapun COVID-19 itu akan jangkit kepada yang lain. Apalagi nanti jika membentuk suatu klaster-klaster tadi," ujar Kepala Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah 1 Soekarno-Hatta Mohammad Alwi dalam jumpa pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021).

Alwi menyebut pemalsuan surat swab PCR adalah sebuah pidana.

"Sehingga dalam kesempatan yang baik ini mohon disebarluaskan bahwa dari pihak kepolisian mengungkap ada 15 orang ini. Mengingat pemalsuan itu adalah aspek pidana," terangnya.

Lebih lanjut, Alwi mengimbau masyarakat agar tidak perlu cemas menggunakan transportasi udara.

"Sehingga harapan kami dari saya Kemenhub sekaligus mewakili Bapak Menhub sebenarnya jangan takut naik transportasi, khususnya udara. Karena transportasi udara itu sangat aman," imbuh Alwi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengingatkan pelaku pemalsuan surat bebas COVID-19 lain yang masih beredar agar segera berhenti. Yusri mengatakan kepolisian tidak akan segan melakukan tindakan keras.

"Ini adalah pelaku-pelaku yang tanpa menyadari bahwa apa yang diperbuat ini dampaknya cukup besar kepada masyarakat. Dalam rangka bagaimana kita menekan angka COVID-19 ini, mereka malah mencari keuntungan bahkan membuat suatu klaster baru. Makanya cepat harus kita tuntaskan semuanya," jelas Yusri.

"Pelaku-pelaku lain yang masih beredar di bandara, saya pesankan setop. Kami tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan secara keras kepada mereka," tutur Yusri.

Simak penjelasan Kimia Farma di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2