Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk mengajukan lamaran untuk menjadi menteri ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Partai Demokrat (PD) menilai lamaran tersebut tidak lazim.
"Kurang lazim saja. Apalagi melihat budaya kita sebagai orang timur," kata Waketum PD Marwan Cik Asan kepada wartawan, Senin (18/1/2021).
Anggota Komisi XI DPR RI itu menilai belum pernah ada orang yang melamar jabatan menteri kepada presiden. Karena itu, dia menilai apa yang dilakukan Yusuf merupakan tindakan yang tidak lazim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepengetahuan saja dalam sejarah ketatanegaraan kita belum pernah ada yang melamar jadi menteri," ujarnya.
Menurut Marwan, biasanya presiden yang memilih dan mencari langsung menteri yang hendak dipilihnya. Selain itu, partai koalisi memberikan usulan calon menteri kepada presiden.
"Biasanya presiden mencari langsung atau diusulkan oleh partai koalisi," ujarnya.
Sebelumnya, Yusuf Leonard Henuk mengakui telah mengirim CV hingga surat lamaran jabatan menteri kepada Presiden Jokowi. Yusuf berharap Jokowi mempertimbangkan CV dan surat lamaran yang dikirimnya itu.
"Waktu itu saya hanya kirim ke dia, bahwa baca ini CV saya kemudian jabatan apa yang menurut bapak ya terserahlah. Itu dilihat tolong dipertimbangkan CV saya kalau misal ini saya siap untuk dipanggil wawancara kan itu. Intinya perkenalan diri, intinya itu ini lihat CV saya, Pak," kata Yusuf Leonard Henuk saat dihubungi, Minggu (17/1).
Bahkan, Yusuf Leonard Henuk sudah dua kali mengirimkan surat lamaran ke Jokowi. Namun, ia tak menjelaskan secara detail soal surat lamaran ke Jokowi yang dikirim pada periode I. Namun, ia menyebut surat tersebut masih berkaitan dengan jabatan menteri.
"Sekali di periode I dan sekali di periode II," ujar Yusuf.