Guru Besar USU Sudah 2 Kali Surati Jokowi untuk Lamar Jabatan Menteri

Ibnu Hariyanto - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 17:25 WIB
ilustrasi menulis surat
Ilustrasi menulis surat. (Thinkstock)
Jakarta -

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk mengakui telah mengirim curriculum vitae (CV) hingga surat lamaran jabatan menteri kepada Presiden Joko Widodo. Ternyata, Yusuf Leonard Henuk sudah dua kali mengirimkan surat lamaran ke Jokowi.

"Sekali di periode I dan sekali di periode II," ujar Yusuf Leonard Henuk saat dihubungi, Minggu (17/1/2021).

Namun, ia tak menjelaskan secara detail soal surat lamaran ke Jokowi yang dikirim pada periode I. Namun, ia menyebut surat tersebut masih berkaitan dengan jabatan menteri.

"Iya (perihal menteri)," sebutnya.

Sebelumnya, kabar Prof Yusuf Leonard Henuk mengirimkan CV dan surat lamaran jabatan menteri ke Presiden Jokowi viral di media sosial. Yusuf Leonard membenarkan jika dikatakan dirinya memang mengirim surat lamaran jabatan menteri ke Jokowi.

"Saya memang kirim itu kan dulu ada dua jabatan kosong itu kan, maka dari itu saya kirim itu saya perkenalkan diri saya di CV. Kan perkenalkan dirikan biasa, tidak salah kan perkenalkan diri ke presiden. Kan kebetulan ada jabatan kosong saya lamarkan kalau nggak dapat ya, kan jabatan saya tetap," kata Yusuf Leonard saat dikonfirmasi, Minggu (17/1).

Tak hanya perihal surat lamaran ke Jokowi, Yusuf Leonard Henuk sebelumnya juga bikin geger karena menulis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bodoh. Tulisan itu diunggah dalam akun Twitter-nya, @ProfYLH .

Yusuf, dalam cuitannya, menyebut SBY bodoh terkait persoalan vaksinasi COVID-19. Dia juga menyinggung SBY sok suci. Akun tersebut juga mengunggah cuitan yang menyebut AHY bodoh terkait jatuhnya sebuah pesawat. Dia menyebut AHY bodoh serta meminta AHY belajar mengenai sejarah jatuhnya pesawat.

USU sendiri sudah buka suara. Menurut USU, ucapan Yusuf merupakan ranah pribadi.

Belakangan, Yusuf dilaporkan ke Polda Sumut terkait cuitannya itu. Laporan ini bernomor STTLP/75/I/2021/SUMUT/SPKT 'I'. Subanto mengatakan membuat laporan karena menilai cuitan Prof Yusuf menghina SBY dan AHY.

(ibh/imk)