Round-Up

5 Fakta Kerusakan di Majene-Mamuju Selepas Diguncang Gempa

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 06:01 WIB
Kantor PLN Mamuju rusak akibat gempa
Foto: Kantor PLN Mamuju terdampak gempa bumi Sulbar (dok .PLN)

Akses Darat Majene-Mamuju Masih Terputus

Gempa membuat sejumlah ruas jalan tertimbun material tanah dan batu besar.

Seperti pantauan detikcom di jalur menuju Kota Mamuju, tepatnya di Desa Tubo Tengah, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Jumat (15/1/2021), tampak jalur di wilayah tersebut benar-benar tertutup material batu besar dan tanah bercampur lumpur.

Akibatnya, kendaraan dari Kabupaten Majene menuju Mamuju tidak bisa melintas. Terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang di kedua arah jalur.

"Masih belum bisa dibuka aksesnya. Longsor terjadi akibat gempa bumi," kata Dandim 1401/Majene Letkol Inf Yudi Rombe saat ditemui di lokasi jalur tertutup longsor.

Menurut Yudi, jalur di lokasi tersebut sudah dua kali tertutup material longsor.

Sementara itu, menurut Yudi, wilayah Majene yang paling parah terdampak gempa berada di Kecamatan Malunda. Warga di daerah tersebut juga masih mengungsi ke perbukitan hingga saat ini.

Jaringan Seluler Down, BTS Mati dan STO Rusak

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan dampak gempa tersebut membuat layanan telekomunikasi terputus.

Dari informasi yang diterimanya, Johnny mengatakan bahwa layanan Telkomsel sempat down. Namun, disampaikannya, saat ini jaringan operator seluler anak perusahaan Telkom itu sudah normal kembali.

Sejumlah Sentra Telepon Otomat (STO) di wilayah terdampak pun mengalami kerusakan sedang hingga berat. Sementara untuk jaringan fiber di Majene, Menkominfo mengatakan sedang diselidiki lagi kondisinya. Kendati begitu backbone Mamuju ke Palu dan Mamuju ke Makasar dinyatakan aman.

Dirjen PPI Kementerian Kominfo Ahmad M Ramli menjelaskan bencana alam yang terjadi di Majene membuat suplai listrik dari PLN terputus, di mana itu berdampak terhadap matinya BTS seluler di beberapa wilayah yaitu Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Polewali Mandar.

"Hingga saat ini jaringan seluler masih dapat melayani kebutuhan komunikasi para pelanggan di wilayah yang terdampak bencana tersebut, namun ada beberapa site BTS yang mengalami gangguan akibat gempa berjumlah 122 site dari 651 total site di Majene dan kabupaten sekitarnya atau 18,7%," tutur Ramli.

Terkait hal ini, Kominfo melalui Ditjen PPI telah meminta operator seluler berupaya keras dalam pemulihan sebagian BTS yang terdampak bencana gempa bumi dengan terus memberikan komitmen kapasitas dan kualitas layanan telekomunikasi terbaik kepada masyarakat.

Ramli mengatakan beberapa operator mengantisipasinya dengan menyalakan genset dan melakukan rekayasa jaringan agar layanan untuk pelanggan tetap bisa terjaga.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3