Round-Up

Tepergok Party Usai Vaksinasi Bikin Raffi Ahmad Diserang Sana-sini

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 22:21 WIB
Raffi Ahmad divaksin COVID-19
Raffi Ahmad divaksin COVID-19. (Foto: dok. Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Polemik artis Raffi Ahmad menghadiri pesta usai vaksinasi Corona (COVID-19) semakin panjang. Sejumlah kalangan kini menggugat dan melaporkan Raffi Ahmad ke penegak hukum.

Awalnya keberadaan Raffi Ahmad di sebuah pesta, Rabu (13/1), diketahui dari berbagai unggahan IG Story sejumlah selebriti, seperti di akun @anyageraldine dan akun IG Raffi sendiri, @raffinagita1717.

Dalam acara itu, Raffi bersama teman-teman artisnya tampak tak mengenakan masker. Mereka juga tampak tidak menjaga jarak saat berfoto. Foto-foto Raffi Ahmad tanpa menerapkan protokol kesehatan berupa menjaga jarak dan memakai masker.

Raffi Ahmadi telah buka suara terkait ikut serta dirinya dalam pesta setelah divaksinasi Corona perdana. Raffi Ahmad meminta maaf atas tindakannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan seluruh masyarakat Indonesia.

Raffi Ahmad menjelaskan peristiwa yang terjadi semalam merupakan keteledoran dan kesalahannya. Dia pun berjanji ke depannya akan lebih mematuhi protokol kesehatan.

Meski telah meminta maaf, Raffi Ahmad bagai diserang sana-sini. Terbaru, gugatan terhadap Raffi Ahmad telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Depok. Tak hanya itu, suami artis Nagita Slavina itu pun dilaporkan ke kepolisian.

Raffi Ahmad Digugat ke PN Depok

David Tobing menilai Raffi Ahmad melanggar sejumlah aturan terkait protokol kesehatan.

"Saya menuntut agar hakim memerintahkan Raffi tidak keluar rumah selama 30 hari sejak menerima vaksinasi kedua dan menghukum Raffi membuat permohonan maaf di 7 media televisi dan 7 harian surat kabar," kata David dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (15/1/2021).

Gugatan itu didaftarkan ke PN Depok secara online pada Jumat, 15 Januari 2021. David menyatakan menggugat dalam kapasitasnya sebagai seorang advokat yang wajib menegakkan hukum dan sebagai warga negara yang peduli akan penanggulangan COVID-19 dan mendukung program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

"Apa yang Raffi lakukan dapat berdampak signifikan karena dia punya banyak pengikut, punya banyak fans, nanti dianggap habis vaksin boleh bebas tanpa protokol seenaknya. Seharusnya tindakan Raffi memberikan dampak positif, bukan negatif seperti ini," lanjut David.

"Selain melanggar aturan, tindakan Raffi sudah melanggar norma kepatutan dan prinsip kehati-hatian yang membuktikan bahwa Raffi tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk mensosialisasikan program vaksinasi dan protokol kesehatan," beber David.

Gugatan yang dikenakan kepada Raffi adalah gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) karena dianggap melanggar aturan terkait protokol kesehatan. Seperti Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, dan UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Raffi Ahmad Dilaporkan ke Kepolisian

Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) melaporkan Raffi Ahmad ke Polda Metro Jaya karena dinilai telah melanggar protokol kesehatan di masa pandemi virus Corona.

"Jadi ada dua opsi, pertama saya mengusahakan di SPKT untuk melaporkan. Kedua, saya usulkan ke Pak Kapolda untuk penegasan pemanggilan beliau (Raffi Ahmad) langsung karena ada pelanggaran protokol kesehatan," kata Ketua Infokom DPP Pekat IB Lisman Hasibuan saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (15/1/2021).

Lisman mengaku kecewa atas sikap Raffi Ahmad setelah mendapat keistimewaan menjadi salah satu penerima vaksin pertama, namun kemudian abai terhadap anjuran protokol kesehatan.

Menurutnya, Raffi Ahmad telah gagal menjadi contoh yang baik sebagai public figure terkait kedisiplinan menjalani protokol kesehatan.

Lisman berharap ada tindakan tegas yang dilakukan kepolisian kepada Raffi Ahmad atas pelanggaran protokol kesehatan itu. Dia menyebut pihaknya juga berharap, selain Raffi Ahmad, tiap orang yang datang berkumpul di pesta tersebut untuk diusut.

Pada akhirnya Polda Metro Jaya menolak laporan ormas Pekat IB (Indonesia Bersatu) atas Raffi Ahmad soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan di pesta ultah. Laporan tersebut ditolak polisi dengan alasan kasus tersebut tengah diselidiki Polres Jakarta Selatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3