Pemuda Pancasila Dukung Penuh Penunjukan Komjen Sigit Jadi Calon Kapolri

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 19:21 WIB
Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno saat menghadiri Rapat Kerja Nasional I Pemuda Pancasila di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2015). Yapto Soelistyo. Lamhot Aritonang/detikcom.
Japto Soelistyo Soerjosoemarno Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila KPH Japto S Soerjosoemarno menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri. Menurutnya, Jokowi memilih Komjen Sigit karena faktor kepercayaan dan prestasi.

Japto mengapresiasi lima nama jenderal bintang tiga yaang diajukan Kompolnas ke Presiden Jokowi. Mereka adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala BNPT Komjen Boy Rafly Amar, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto dan Kabaharam Komjen Pol Agus Andrianto. Dia menyebut semuanya adalah kader terbaik Polri.

Japto mengatakan, Jokowi saat ini tengah bertarung dengan segenap daya yang ada untuk memastikan periode kedua ini bisa diakhiri dengan mulus. Namun masalahnya periode kedua ini cukup berat karena ada pandemi COVID-19. Atas dasar itu, tidak heran jika Jokowi memilih Komjen Sigit, sosok calon Kapolri yang dia kenal secara personal.

Faktor kepercayaan dinilai Japto sebagai pertimbangan utama Jokowi memilih Komjen Listyo Sigit Prabowo. Keduanya secara personal kenal, dan pernah bekerja sama saat Jokowi menjabat Wali Kota dan Komjen Sigit menjabat Kapolres Surakarta. Keduanya makin dekat saat Komjen Sigit menjadi ajudan Jokowi saat dilantik jadi presiden di periode pertama 2014-2016.

Japto kemudian menyinggung soal prestasi Komjen Sigit yang dia sebut jadi faktor pendukung kepemimpinannya menjadi Kapolri. Sebagai Kabareskrim, Sigit dia nilai berhasil menyelesaikan polemik penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sigit dinilainya berhasil menangkap pihak yang menjadi pelaku dan mengantarkan ke meja hijau.

Sigit juga berhasil membawa pulang salah satu buronan korupsi kakap, baik dari segi kerugian negara maupun dari rute pelarian, yakni Maria Paulin Lumowa yang diduga terlibat pembobolan bank BNI tahun 2003.

"Sigit juga berhasil menyelamatkan muka institusinya saat berhasil membongkar aksi kongkalikong anak buahnya dengan buronan kakap Djoko S Tjandra. Dengan sigap, dia tak hanya berhasil menghentikan pelarian Djoko S Tjandra yang sudah buron sejak tahun 2009. Dia juga berhasil membongkar jaringan pembantu pelarian Djoko S Tjandra di kepolisian dan sejumlah institusi lain," jelas Japto dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

Japto menyatakan akan mendukung penuh penunjukan Komjen Sigit sebagai calon tunggal Kapolri. Nantinya ke depan Pemuda Pancassila akan bersinergi dengan Polri untuk sama-sama meningkatkan Kamtibmas dan kesadaran hukum di masyarakat. Dia juga berharap DPR bisa segera melakukan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan mengingat Jenderal Idham Azis segera memasuki masa pensiun.

Sementara itu, Sekjen MPN Pemuda Pancasila H Arif Rahman SH menyatakan saat ini satu-satunya pegganjal bagi jalan Komjen Sigit adalah maraknya suara keberatan dari kelompok intoleran yang menyoal keyakinan Sigit. Bagi Arif, itu bukanlah persoalan prinsipil, apalagi tidak ada aturan yang mensyaratkan Kapolri harus berkeyakinan tertentu.

"Sebaliknya, dengan adanya isu sentimen keyakinan ini, Pak Sigit akan lebih hati-hati melangkah dan akan menjunjung tinggi profesionalitas dan transparansi. Sebab, dia sadar ada keliru sedikit, isu keyakinan ini akan mengemuka," ujar Arif.

Karena itu, lanjut Arif, menyimak pertimbangan-pertimbangan tersebut, Pemuda Pancasila akan berperan aktif mengawal Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri pilihan Presiden Jokowi.

(hri/fjp)