detikcom Buka Arsip

Sejarah Gempa dan Tsunami Majene 1969: Renggut 600 Korban Jiwa

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 16:23 WIB
Warga melintasi tiang listrik yang melintang di jalan raya pascagempa bumi,  di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD Sulawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Tado/wpa/hp.
Dampak gempa Sulawesi Barat, Januari 2021. (ANTARA FOTO/AKBAR TADO)
Jakarta -

Dua gempa di daratan Sulawesi Barat (Sulbar) menewaskan puluhan orang. Warga diminta mewaspadai bahaya tsunami apabila guncangan berasal di laut. Pada setengah abad silam, gempa di lautan dikabarkan pernah menewaskan ratusan jiwa di Majene.

Dilansir Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS), diakses detikcom pada Jumat (15/1/2021), gempa kuat itu mengguncang pantai barat Sulawesi pada 23 Februari 1969.

"Pers melaporkan bahwa tsunami telah merenggut 600 korban jiwa," tulis USGS.

Catatan USGS soal gempa dan tsunami di Majene 1969. (Dept of Interior USGS 1969/Carl A von Hake dan William K Cloud)Catatan USGS soal gempa dan tsunami di Majene 1969. (Dept of Interior USGS 1969/Carl A von Hake dan William K Cloud)

Awalnya, gempa berguncang pada pukul 8 lebih 36 menit 56,5 detik pada 23 Februari 1969 itu. Pusat gempa berada di lautan pada koordinat 3,1 Lintang Selatan dan 118,9 Bujur Timur. Kedalaman pusat gempa adalah 13 km.

Gempa itu merenggut nyawa 64 orang dan 97 orang mengalami luka-luka. Angka 600 korban jiwa kemungkinan merupakan hasil penambahan dari korban jiwa akibat gempa sekaligus akibat tsunami.

Sebanyak 1.287 bangunan rusak di Majene dan sekitarnya. Kebanyakan bangunan yang rusak ada di pedesaan karena konstruksi yang salah. Bangunan yang rusak berada di lokasi tanah aluvial, bukan di lapisan bebatuan atau tanah yang stabil. Tanah retak muncul di sejumlah tempat.

Tsunami kemudian datang. Tsunami itu setinggi 4 meter. Gelombang tinggi itu menyapu desa-desa sepanjang pantai utara Majene.

"Sejumlah rumah di ujung teluk tersapu oleh ombak," tulis USGS.

Selanjutnya, catatan BMKG:

Selanjutnya
Halaman
1 2