Fakta Terkini Dampak Gempa Majene: 35 Orang Tewas-15 Ribu Ngungsi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 15:36 WIB
Kondisi pascagempa di Mamuju
Situasi pascagempa di Mamuju (Abdy/detikcom).
Mamuju -

Petugas masih terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Informasi terakhir, dilaporkan ada 35 orang yang tewas akibat peristiwa tersebut.

Selain itu, dilaporkan ada 637 orang luka-luka dan 15 ribu orang mengungsi akibat gempa magnitudo (M) 6,2 yang terjadi pada dini hari tadi. Sementara itu, di Kabupaten Mamuju, rumah sakit dan kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat.

Gempa bumi tektonik ini terjadi pada Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB atau pukul 02.28 Wita. Episentrum gempa di Majene terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 kilometer arah timur laut dari Majene pada kedalaman 10 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (15/1).

Berikut fakta terkini dampak gempa di Majene dan Mamuju;

1. Data Sementara: 35 Orang Meninggal, 15 Ribu Mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) memperbarui data korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 6,2 di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Hingga kini total korban meninggal dunia menjadi 35 orang.

"Korban jiwa hingga saat ini untuk seluruh Sulawesi Barat (Sulbar) itu dari wilayah Majene dan Mamuju 35 meninggal dunia," ujar Kepala BPBD Sulbar Darno Majid kepada detikcom, Jumat (15/1/2021).

Darno mengatakan korban jiwa saat ini terdata masih dari wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

"Rinciannya 9 meninggal di Majene, 26 di Mamuju," katanya.

Menurut Darno, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, hingga TNI-Polri hingga saat ini masih terus mengevakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan.

"Nanti akan saya update lagi perkembangan terbarunya," tuturnya.

Kondisi pascagempa di MamujuKondisi pascagempa di Mamuju (Abdy/detikcom)

Sementara itu, BNPB melaporkan, hingga saat ini ada 637 orang yang mengalami luka-luka akibat gempa.

Data dari BNPB juga menyebutkan, hingga saat ini ada sekitar 15 ribu orang yang mengungsi di 10 titik pengungsian, yakni Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, dan Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda, dan Kecamatan Sendana.

2. Kantor Gubernur Sulbar-RS di Mamuju Rusak Berat

Sejumlah fasilitas umum mengalami rusak berat akibat gempa. Bukan hanya kantor Gubernur Sulbar dan rumah sakit, akses jalan ke Majene dan Mamuju juga dikabarkan terputus.

"Kerugian materiil Kabupaten Mamuju. Hotel Maleo (rusak berat), kantor Gubernur Sulbar (rusak berat), rumah warga rusak (masih pendataan), RSUD Mamuju (rusak berat), 1 minimarket (rusak berat), jaringan listrik padam, komunikasi selular terputus-putus/tidak stabil," jelas laporan BNPB.

"Kabupaten Majene. Longsor tiga titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), 300 unit rumah rusak (masih pendataan), 1 unit puskesmas (rusak berat), 1 kantor Danramil Malunda (rusak berat), jaringan listrik padam, komunikasi selular terputus-putus/tidak stabil," tulis BNPB.

Simak fakta terkini selengkapnya di halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2